Pemkab Bantul Ajak Keluarga dari Ekonomi Mampu untuk Naik Kelas
Angka kemiskinan di Bantul saat ini tercatat berada di angka 14 persen
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Warga desa Sriharjo, Imogiri itu mengatakan ketika awal mendapatkan bantuan program keluarga harapan kondisi ekonomi keluarganya memang memprihatinkan.
"Saya harus jadi buruh rempeyek dan menjual gorengan dengan penghasilan serba pas-pasan," kata dia.
Namun sekarang berkat usaha jual beli pakan ternak ia merasa sudah cukup mampu. Penghasilan yang didapatkan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Ia mengaku mengembalikan kartu PKH karena merasa keluarganya sudah tidak layak mendapatkan bantuan. "Masih banyak warga miskin yang lebih susah dan membutuhkan bantuan dari Pemerintah," terang dia.
Diketahui sebelumnya, jumlah penerima PKH di Kabupaten Bantul tercatat oleh Dinas sosial Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak, (Dinsos P3A) ada sebanyak 64.565 keluarga. Jumlah tersebut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Bantul, Anwar Nur Fahrudin mengatakan dari tahun lalu sampai pertengahan Februari 2019, jumlah keluarga penerima program keluarga harapan yang telah mengundurkan diri, ada sebanyak 199 keluarga.
"Jumlah itu (yang mengundurkan diri) masih akan terus bertambah. Karena kami masih menunggu laporan resmi dari korcam (koordinator kecamatan)," terang Anwar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)