Breaking News:

Yogyakarta

Kemacetan Akibat Proyek Underpass Kentungan Diprediksi Terjadi di Satu Bulan Pertama

Dinas perhubungan DIY menyebutkan selama satu bulan saat pengerjaan proyek underpass Kentungan akan terjadi kemacetan.

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Foto udara yang menampilkan kawasan simpang empat kentungan yang mulai ditutup sebagain jalannya untuk pengerjaan proyek underpass di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (18/1/2019). Mulai hari ini, Jumat (18/1) sebagain ruas jalan sudah mulai ditutup dan mulai dilakukan pengerjaan pengerukan badan jalan. Diharapkan pengguna jalan dapat mencari jalur alternatif untuk menghindari kawasan proyek underpass Kentungan yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2019. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas perhubungan DIY menyebutkan selama satu bulan saat pengerjaan proyek underpass Kentungan akan terjadi kemacetan.

Namun setelah masyarakat mengetahui jalur alternatif maka kondisi jalan akan berlangsung lancar.

"Satu bulan ini akan ada kemacetan karena masyarakat belum terbiasa dengan jalan alternatif," jelas Kepala Seksi Manajemen Lalu lintas Dishub DIY pada Tribunjogja.com, Bagas Senoadjie, Jumat (18/1/2019).

Dia menjelaskan, selama pengalihan tahap pertama masyarakat masih terbiasa dengan jalur lama.

Namun setelah adanya perubahan mindset dan masyarakat sudah mengenal jalan alternatif, maka akan ada perubahan dan kemacetan bisa lebih terurai.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

Adapun, sejauh ini kepadatan arus lalu lintas sudah mulai terlihat dari arah Condongcatur.

Bahkan, masih ada beberapa kebocoran seperti truk bermuatan masih masuk melalui jalur yang kecil.

Dia pun berharap agar rambu-rambu yang terlalu kecil bisa diubah lebih besar dan ditambah.

Untuk pengalihan arus lalu lintas atau manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk proyek Underpass Kentungan sesuai dengan kesepakatan forum LLAJ.

Bagas menjelaskan manajemen lalu lintas itu sesuai rencana semula serta menyesuaikan kondisi kesiapan di lapangan oleh pelaksana pekerjaan.

Baca: Dishub DIY: Arus Kendaraan Sekitar Proyek Underpass Kentungan Tetap Berjalan Biasa

Selain itu, evaluasi untuk manajemen lalu lintas juga dilaksanakan tiap minggu.

“Sebenarnya, untuk perubahan arus lalu lintas ini harus ada sosialisasi dengan menggunakan media nasional. Sehingga, orang luar daerah pun akan paham dengan kondisi di sekitar proyek,” ujarnya.

Adapun untuk pengalihan arus lalu lintas dari arah timur (Klaten/Solo) di simpang Proliman/Bogem Kalasan diarahkan belok kanan atau ke utara melalui jalur alternatif bagi pengendara tujuan Magelang, Semarang,
Wates, Purworejo dan objek wisata Kaliurang.

Kemudian, di simpang Maguwo dan simpang Janti jalur alternatif tujuan Wates, Purworejo, Kebumen diarahkan melalui Jalan Majapahit-Ahmad Yani-Wirjono Projodikoro- Brawijaya (ringroad timur-selatan-barat)
tembus simpang Gamping/Ambarketawang.

Baca: Proyek Underpass Kentungan, Dishub DIY Imbau Masyarakat Pilih Jalur Alternatif Hindari Kemacetan

Begitu pula sebaliknya dari arah barat (Wates) tujuan Klaten/Solo dari simpang Gamping melalui jalur tersebut. Sedangkan untuk tujuan Magelang/Muntilan dari arah Wates diarahkan simpang Klangon belok kiri
arah simpang tiga Tempel.

Dan dari Magelang/Muntilan tujuan Klaten/Solo simpang tiga Tempel belok kiri menuju simpang Bogem
Kalasan.

Zona 2, rambu pengalihan arus lalu lintas terpasang di simpang Condongcatur, simpang Jalan Damai, simpang Gandok dan simpang Ngasem (Jalan Kaliurang), simpang Gito Gati, simpang Beran, simpang Denggung,
simpang Jombor, simpang Tugu dan simpang Gramedia.

Zona 3 pengalihan arus mulai simpang Bulaksumur (UGM), simpang Condongcatur, simpang Banteng, simpang Timor Timur, simpang PPG (Jalan Kaliurang) dan simpang Palagan (Monjali). (*)

Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved