Kulonprogo
Saldo Konsinyasi Lahan Bandara Kulonprogo Masih Miliaran Rupiah
Sikap warga yang cenderung menutup komunikasi dengan pemerintah membuat proses pencairan itu tak segera tuntas.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
Sayangnya, jalur gugatan ini juga tak banyak dimanfaatkan warga.
Baca: Jejak Tsunami Besar di Pesisir Kulonprogo Dekat Calon Bandara
"Kalau ada yang keberatan dalam keluarga (berkaitan pembebasan lahan), jalan terbaik ya dengan gugatan. Namun, jumlahnya tidak banyak. maish bisa dihitung dengan jari. Dulu kami juga pernah menangani gugatan semacam ini dan akhirnya bisa damai melalui mediasi dan proses pencairan bisa dilakukan,"kata Edy.
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Astungkara mengakui masih banyak warga penolak pembangunan NYIA yang belum mencairkan dana kompensasi terkonsinyasi di PN Wates.
Sikap warga yang cenderung menutup komunikasi dengan pemerintah membuat proses pencairan itu tak segera tuntas.
Pemerintah pun kesulitan memahami kemauan warga sementara saat ini warga juga cenderung tidak memiliki penghasilan. .
Padahal, jika warga bersedia mengambil dana yang dikonsinyasi itu, mereka bisa menata hidupnya kembali setelah rumahnya di dalam area pembangunan dirobohkan.
Misalnya, untuk membeli tanah atau membangun rumah kembali sebagai modal untuk melanjutkan hidupnya.
Astungkara menegaskan bahwa hal itu menjadi pilihan warga sendiri serta harus disadari risikonya.
"Tidak punya penghasilan dan tidak punya rumah tinggal, itu pilihan warga. Sekarang, pilihannya bertahan hidup seperti itu atau ingin hidup layak kembali? Kami ingin pendekatan lagi, mengajak mereka untuk ambil konsinyasi. Tapi mereka masih tetap tidak welcome (tidak terbuka menerima)," kata Astungkara.(TRIBUNJOGJA.COM)