Stupa Kuno di Situs Mataram
Dorpel dan Fragmen Stupa Candi Ini Teronggok di Pinggir Sungai di Kalasan Sleman
Artefak-artefak kuno itu ada yang sudah diketahui dan diawasi warga keberadaannya, ada juga yang masih luput
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
Maria Tri Widayati, salah seorang pendiri komunitas ini mengatakan, Komunitas Kandang Kebo lahir dari kesamaan minat, kecintaan sekelompok orang terhadap benda-benda warisan budaya masa lampau. Keanggotaannya bebas, tanpa melihat latar belakang orang-orangnya.
"Siapapun boleh gabung, tanpa daftar-daftar segala. Kita seringnya kumpul di basecamp Ngalian, dan di dunia maya terhubung di grup Facebook Kandang Kebo," beber alumni Arkeologi UGM yang kini mengajar di sebuah sekolah pariwisata di Yogyakarta.
Secara rutin, pegiat aktif Komunitas Kandang Kebo melakukan blusukan ke berbagai lokasi yang diduga atau ada peninggalan benda cagar budayanya.
Bisa berkelompok, atau kadang-kadang perseorangan.
"Kadang kita juga melakukan aksi bersih lingkungan di situs-situs kuno yang telantar, dan penuh semak-semak. Hanya bersih-bersih saja, dan tetap menjaga situs dalam kondisi di tempatnya," kata Maria Tri Widayati.(Tribunjogja.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/stupa-kuno_20180806_085447.jpg)