Stupa Kuno di Situs Mataram
Dorpel dan Fragmen Stupa Candi Ini Teronggok di Pinggir Sungai di Kalasan Sleman
Artefak-artefak kuno itu ada yang sudah diketahui dan diawasi warga keberadaannya, ada juga yang masih luput
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kegiatan "blusukan brutal" Komunitas Kandang Kebo di beberapa jalur situs kuno Mataram, Minggu (5/8/2018), memperlihatkan fakta-fakta sangat menarik.
Antara lain, menemukan keberadaan banyak fragmen candi yang tersebar di tengah sungai, tepian kali, rumah penduduk, dan di sawah tegalan milik warga di sekitar Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY.
Artefak-artefak kuno itu ada yang sudah diketahui dan diawasi warga keberadaannya, ada juga yang masih luput dari pengetahuan warga sekitar.
Kondisi ini membuat benda-benda kuno itu rawan pencurian.
Di Dusun Segaran, Tirtomartani, Kalasan, terdapat beberapa fragmen batu candi tersebar di tengah sungai kecil yang mengalir di sebelah barat dusun itu.
Ada juga batu besar diduga kuat dorpel teronggok di tebing kali.
Lokasi ini dalam penelitian Tjahjono Prasodjo dari Departemen Arkeologi FIB UGM, diyakini ada kaitan dengan isi prasasti Tlu Ron, temuan di Candi Kedulan.
Salah satunya menyebut tempat mandi atau semacam petirtan yang dikunjungi Raja Dyah Balitung.
Di bawah permukaan tanah, wilayah Segaran dan sekitarnya ini diduga kuat masih banyak terdapat benda kuno.
Di Kali Ngablak, Dusun Ngablak, masih di wilayah Kalasan, bahkan ada lebih banyak lagi batu-batu candi dan fragmen-fragmen batu berelief, serta stupa yang cukup utuh teronggok begitu saja di tepian sungai.
"Ini rasanya butuh perhatian segera dari instansi berwenang. Jangan sampai keduluan para pemburu benda kuno. Selamatkan!" kata Teddy Pitrasari, pegiat di Komunitas Kandang Kebo.
Di Dusun Ngablak ini juga terdapat sebuah lahan yang diyakini ada bangunan candi cukup besar, yang batu-batu penyusunnya bertebaran di tepi dan tengah sungai akibat tererosi atau terbawa banjir.
Lokasi ini pernah diteliti dan diekskavasi instansi terkait penyelamatan benda cagar budaya.
Sebagian batu-batu candi yang terlihat di permukaan telah dipindahkan warga ke tepi jalan dusun.
Komunitas Kandang Kebo terbentuk dan aktif sejak lebih kurang tiga tahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/stupa-kuno_20180806_085447.jpg)