Gestapo NAZI Sampai Menjuluki Perempuan Ini Sebagai Spionase Paling Berbahaya !

Virginia Hall menjadi salah satu spionase paling diburu Gestapo NAZI lantaran sepak terjangnya dianggap membahayakan

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
CIA
Virginia Hall 

Diburu Gestapo

Lantaran aktivitasnya yang sangat berbahaya, polisi rahasia Nazi Gestapo memburunya dengan menyebar poster di seluruh Vichy Perancis.

Poster-poster dengan sketsa seorang wanita dengan ciri khas bermata tajam dengan rambut sebahu dan mata lebar, sesuai dengan rincian yang diberikan oleh intelijen.

(Baca: Teriakan Menggetarkan Seorang Remaja Pemberani Menjelang Mautnya di Tiang Gantungan Nazi)

Mereka bertekad untuk menghentikannya, seorang wanita pincang yang tidak dikenal tapi sudah berhasil membentuk jaringan perlawanan bawah tanah. Perintah Gestapo jelas dan tanpa ampun: “Dia yang paling berbahaya dari semua mata-mata Sekutu. Kita harus menemukan dan menghancurkannya”.

Meskipun upaya mereka tanpa henti, Gestapo tidak pernah menangkap Hall, yang kemudian bekerja untuk pasukan paramiliter rahasia Inggris Anggota Eksekutif Operasi Khusus (SOE).

SOE telah merekrutnya setelah dia memiliki kesempatan bertemu dengan seorang anggota SOE di kereta api keluar dari Perancis segera setelah negara itu jatuh ke Nazi pada tahun 1940.

Setelah bergabung, ia menjadi spionase wanita pertama SOE yang dikirim ke Prancis. Selama dua tahun, dia bekerja di Lyon sebagai mata-mata, awalnya dengan kedok seorang wartawan untuk New York Post, kemudian, setelah Amerika Serikat memasuki perang, dia dipaksa pergi menyamarkan diri. Dia tahu bahwa jika ditangkap maka ia akan disiksa dan dibunuh.

(Baca: Pembantaian yang Terlupakan! 10 Bukti Foto Mengerikan Genosida Nazi Terhadap Etnis Polandia)

Hall melarikan diri Prancis hanya setelah Sekutu mendarat di Afrika Utara dan Nazi mulai menguasai negara itu.

Untuk melarikan diri, ia harus menyeberangi pegunungan Pyrenees dengan berjalan kaki ke Spanyol, tugas yang sulit bagi seorang wanita yang telah kehilangan kaki kirinya.

Setelah perjalanan yang melelahkan, Hall tiba di Spanyol tanpa surat izin masuk. Pejabat segera menjebloskannya ke Penjara Figueres, di mana dia tinggal selama enam minggu.

Dia dibebaskan hanya setelah seorang narapidana yang dibebaskan menyelundupkan surat yang ditulis oleh Hall kepada konsul Amerika di Barcelona, ​​mengingatkan mereka akan situasinya.

(Baca: Kisah U-Boat 168, Bangkai Kapal Selam Nazi yang Ditemukan Bersama Tengkorak di Laut Jawa)

Dia menghabiskan empat bulan berikutnya di Madrid bekerja sebagai koresponden untuk Times Chicago sebelum meminta markas SOE untuk transfer.

Adapun pada tahun 1950, Hall dikabarkan menikahi mantan agen OSS Paul Goillot. Pada tahun 1951, ia bergabung dengan Central Intelligence Agency yang bekerja sebagai analis intelijen dalam urusan parlemen Perancis. Dia bekerja bersama suaminya sebagai bagian dari Divisi Kegiatan Khusus .

Hall pensiun pada tahun 1966 ke sebuah peternakan di Barnesville, Maryland.

Dan meninggal di Rumah Sakit Advent Shady Grove di Rockville, Maryland pada 8 Juli 1982, usia 76 tahun. Ia dimakamkan di Pemakaman Druid Ridge, Pikesville , Baltimore County , Maryland. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved