Mengenal Masjid Pathok Negoro Plosokuning Sleman, Sang Penjaga dari Utara

Dalam suatu komunitas umat Islam, masjid merupakan suatu komponen yang diutamakan pendiriannya.

Tayang:
Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Ari Nugroho

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dalam suatu komunitas umat Islam, masjid merupakan suatu komponen yang diutamakan pendiriannya.

Hal ini untuk memenuhi kebutuhan religius dan sosial-budaya masyarakat pendukungnya.

Dalam agama Islam, pendirian masjid merupakan hal yang sangat diutamakan.

Masjid juga sarat dengan nilai-nilai historis terutama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu masjid yang memiliki sejarah kuat ialah Masjid Pathok Negoro Plosokuning, Minomartani, Sleman.

Masjid ini merupakan masjid yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I sebagai salah satu tapal batas Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat kala itu.

Hal itu diceritakan oleh Kamaludin Purnomo, Pengelola Cagar Budaya Masjid Pathok Negoro Plosokuning, Selasa (27/2/2018).

Baca: Bahowi, Imam Masjid Pathok Negoro Plosokuning Sleman

Diceritakan Kamal, Masjid Pathok Negoro Plosokuning diibaratkan penjaga Keraton Yogyakarta dari Utara.

“Masjid Pathok Negoro bagai benteng spiritual Keraton Yogyakarta. Menjaga spirit Islam, spirit Jawa,” kata Kamal.

Berangkat dari arti kata Pathok Negoro, maka masjid tersebut juga berfungsi sebagai tanda kekuasaan raja.

Dilanjutkan Kamal, Pathok Negoro, di samping sebagai tanda dan penjaga, juga disebut patuh negara yang imamnya bertugas sebagai imam masjid, penasihat, dan hakim.

Selain, Masjid Plosokuning juga terdapat Masjid Pathok Negoro yang lain, di antaranya:

Masjid Dongkelan: terletak di sisi barat daya kota yakni di Kauman, Dongkelan, Tirtonirmolo, Bantul.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved