Lika Liku Bisnis Pedang Jepang

Samurai King Roll Harga Triliunan Rupiah, Bisnis Cerita Gorengan Mafia  

Kerumitan prosedur bisnis dibuat, sehingga mempersulit bertemunya calon pembeli dengan pemilik barang.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: oda
Ist
Pedang samurai king roll tombol 5. 

Tahap berikutnya dilakukan tes senjata tahap pertama. Jika gagal tes putus paku, transaksi gagal.

Jika lolos uji putus paku dilanjutkan tahap berikutnya. Pembayar akan konfirmasi pembayaran ke bank.

Pedang samurai yang lolos uji disegel, ditandatangani pemilik dan pembayar. Pedang diserahkan kembali ke pemilik.

Mekanisme berikutnya dilakukan transaksi tahap kedua. 

Pemilik dan pedang harus dibawa ke rumah pembayar lagi atau ke tempat yang ditentukan.

Supaya barang steril dan transaksi aman, pemilik barang diharuskan bermalam, ditemani beberapa orang di kamar yang ditentukan.

Hari berikutnya dilakukan tes kedua.

Jika gagal tes, transaksi berakhir atau gagal. Jika lolos tes putus paku/besi, dilanjutkan proses pembayaran lewat bank yang ditunjuk.

Karena nilainya sangat besar, pembayaran dilakukan bertahap dalam waktu hingga dua bulan. 

Pedang samurai roll yang lolos tes itu akan diserahkan untuk dialihrawatkan ke pemilik baru setelah total pembayaran via bank dituntaskan.

Inilah prosedur rumit "bisnis" yang tak mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung.

Bumbu-bumbu misterius disertakan dalam transaksi ini. Antara lain pemilik asli samurai yang kerap disebut pemegang amanah, tidak pernah dimunculkan.

Begitu pula pembelinya juga disembunyikan, mencegah kemungkinan kejahatan di kemudian hari. 

Belum lagi kisah-kisah misterius tentang samurai roll yang dibanderol menakjubkan.

Antara lain, konon samurai roll itu dibuat di Mongolia, bukan di Jepang, menggunakan bahan logam dari luar angkasa.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved