Lika Liku Bisnis Pedang Jepang
Samurai King Roll Harga Triliunan Rupiah, Bisnis Cerita Gorengan Mafia
Kerumitan prosedur bisnis dibuat, sehingga mempersulit bertemunya calon pembeli dengan pemilik barang.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tokoh pemerhati sekaligus salah seorang ahli perkerisan Jawa, Ki Juru Bangunjiwo, menepis kedahsyatan mimpi yang ditawarkan seperti di bursa pedang samurai roll.
Angka-angka fantastis rupiah yang ditawarkan dari sebilah pedang gulung bertahun 1111 tidak masuk akal.
"Ini bisnis cerita. Dibangun oleh yang menggoreng bisnis mimpi ini," kata pemilik nama asli Sugeng Wiyono ini kepada Tribun.
Bisnis cerita yang dimaksud adalah bangunan kisah kedahsyatan benda yang diperdagangkan dibangun oleh komunitas pedagang ini.
Kisah yang memukau dipakai sebagai alat pemikat.
Kerumitan prosedur bisnis dibuat, sehingga mempersulit bertemunya calon pembeli dengan pemilik barang.
Mediator mendapatkan peran dominan, termasuk saat tes barang.
Ironisnya, calon pembeli ada dalam posisi yang dibebani segala biaya yang muncul, seperti misalnya tes senjata.
Bahkan untuk bertemu mediator pun, calon pembeli lah yang diharuskan menanggung biayanya.
Kasus-kasus yang dilaporkan biasanya dimulai di tahap ini.
Seorang mediator bersedia membagi diagram mekanisme transaksi samurai, yang umum dipakai dalam semua transaksi sejenis di Indonesia.
Pertama, pedang samurai roll yang hendak dijual dibawa ke rumah pembayar.
Si pembayar ini bukan pembeli langsung, bisa melalui perantara atau orang yang dipercaya. Di rumah pembayar, dibuat surat perjanjian khusus.
Isinya hak kewajiban transaksi berikut sanksi-sanksinya.
Surat biasanya dibuat antarpihak, tidak melibatkan notaris karena umumnya notaris menolak perikatan seperti ini mengingat jejak kasus yang pernah muncul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pedang-samurai-king-roll-tombol-52_20180128_094420.jpg)