Kolang-kaling, Terapi Alternatif untuk Atasi Penyakit Nyeri Sendi

Satu diantara manfaat kolang-kaling yang cukup populer adalah sebagai terapi untuk penyakit radang sendi lutut atau Osteoathritis (OA).

Kolang-kaling, Terapi Alternatif untuk Atasi Penyakit Nyeri Sendi
Tribun Jogja/ Hening Wasisto
Ilustrasi 

KOLANG-KALING adalah produk olahan yang berasal dari pohon aren (Arenga pinnata).

Buah ini sangat populer dan mudah didapat, biasanya dijadikan campuran makanan pada jajanan pasar yang mudah ditemui antara lain cendol, es campur, kolak, dan masih banyak lagi.

Buah kolang-kaling ini rasanya manis dan menyegarkan karena mengandung kadar air yang cukup tinggi.

Olahan produk kolang-kaling umumnya menggunakkan buah yang setengah matang atau belum terlalu tua untuk mendapatkan hasil dan tekstur yang baik.

Buah kolang-kaling ini biasanya diolah dengan cara dibakar atau direbus sehingga kandungan nutrisinya tidak hilang.

Kolang-kaling kaya akan serat dan mineral. Setiap 100 gram kolang-kaling mengandung energi 27 kkal, protein 0,4 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 6 gram, serat 1,6 gram, kalsium 91 g, posfor 243 mg dan zat besi 0,5 mg.

Kandungan mineral seperti kalsium, besi dan posfor akan menjaga kesehatan tubuh sedangkan kandungan potasium, besi, kalsium, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan gelatin yang dapat dicerna oleh tubuh berfungsi untuk mensintesa kolagen.

Kolang-kaling juga mengandung albumin hingga 60% dan memiliki kadar air sangat tinggi hingga mencapai 93,8% dalam setiap 100 gramnya, kadar abu sekitar 1 gram dan serat kasar 0,95 gram (Lempang, 2012).

Obat Penyakit

Dengan kandungan nutrisi yang cukup tinggi, mengkonsumsi buah kolang-kaling akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Halaman
123
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved