Ekonom UKDW Sebut Meski Bunga Kredit Turun, Pengusaha Masih 'Wait and See'

Penurunan 25 basis poin tersebut menunjukkan keinginan BI untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tayang:
Pixabay.com / Raten-Kauf
Ilustrasi pembiayaan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan dari 5 persen menjadi 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16-17 September 2025.

Menurut Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Purnawan Hardiyanto, penurunan 25 basis poin tersebut menunjukkan keinginan BI untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Diharapkan dengan turunnya suku bunga akan meningkatkan minat investasi masyarakat swasta. Guyuran dana Rp 200 triliun dari Menkeu pasti membuat bank akan menurunkan tingkat bunga pinjamannya, karena ada kelebihan dana di bank pemerintah dan turunnya suku bunga acuan," katanya, Kamis (18/09/2025).

Sayangnya, penurunan bunga kredit tidak lantas membuat pengusaha mengajukan pembiayaan. Hal itu karena kondisi bisnis yang lesu serta penurunan daya beli masyarkat.

"Permasalahan yang mungkin muncul adalah saat bisnis sedang lesu seperti ini, pengusaha banyak yang masih wait and see, karena daya beli masih lesu," sambungnya.

Jika serapan kredit masih rendah, penyaluran dana Rp 200 triliun ke bank Himbara justru akan menyulitkan bank swasta menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Terlebih jika terjadi persaingan penyaluran kredit yang memicu bunga pinjaman semakin turun.

"Konsekuensinya bunga simpanan juga akan turun lagi. Bank-bank sedang mengalami over likuiditas. Ini akan menurunkan minat masyarakat untuk menabung di bank," pungkasnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved