Ekonom UMY Perkirakan Inflasi DIY Meningkat pada April 2026, Ini Pemicunya
Ekonom UMY, Nano Prawoto, menyebut inflasi akibat kenaikan BBM nonsubsidi berkaitan dengan sentimen pasar yang negatif.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Nano Prawoto, memperkirakan inflasi DIY bakal naik tipis pada April 2026.
Salah satu pemicunya dipengaruhi oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Nano Prawoto mengatakan kenaikan BBM nonsubsidi memang tidak langsung memengaruhi inflasi.
Pengaruhnya pun dinilai relatif kecil.
Hal itu karena mayoritas sektor produksi di DIY mengggunakan BBM subsidi.
"Saya kira kenaikan inflasi di DIY kecil berkisar 0.2 persen saja hingga 0,5 persen. Sehingga kalau semula inflasi (Maret 2026) 4,08 persen (YoY) bisa meningkat menjadi 4,28 persen hingga 4,58 persen," katanya, Minggu (26/4/2026).
"Namun demikian kenaikan yang walaupun moderat itu jika dilihat rata-rata nasional yang 2,5 persen hingga 3,5 persen, maka ya masih tergolong tinggi ditingkat nasional," sambungnya.
Baca juga: Ekonom UMY Sebut Pelemahan Rupiah Picu Perlambatan Ekonomi hingga Inflasi Berkepanjangan
Ia menerangkan inflasi akibat kenaikan BBM nonsubsidi berkaitan dengan sentimen pasar yang negatif.
Kenaikan BBM nonsubsidi menimbulkan ekspektasi kenaikan harga ke depan.
Ekspektasi ini mendorong produsen melakukan mitigasi risiko.
Dari sisi produsen, mitigasi dilakukan dengan menaikkan harga bahan baku, stok barang setengah jadi, dan bahkan stok barang jadi.
"Ini bisa mendorong harga naik," ujarnya.
Tidak hanya dari sisi produsen, ekspektasi kenaikan harga juga memengaruhi konsumen.
"Sisi lain, pihak konsumen juga sedikit terpengaruh untuk membeli barang yang cenderung lebih banyak untuk antisipasi harga akan naik," sambungnya.
Relatif Khas
| Ekonom UMY Sebut Pelemahan Rupiah Picu Perlambatan Ekonomi hingga Inflasi Berkepanjangan |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Ekonom UMBY Dorong Pemerintah Kuatkan UMKM dan Tidak Tergantung Impor |
|
|---|
| Pengendalian Inflasi, Kota Magelang Perkuat Hubungan Daerah dengan Wilayah Produsen |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan UMKM, Ekonom UGM Desak Keberpihakan Pemerintah |
|
|---|
| Pakar UMY Sebut Ada Sisi Positif dan Negatif dari Lowker KDMP dan KNMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-Inflasi-232026.jpg)