Tombo Ati

Perayaan Halloween Menurut Islam, Simak Ulasan Berikut Ini untuk Mempertebal Iman

Setiap tanggal 31 Oktober, banyak orang merayakannya sebagai perayaan Halloween. Bolehkah muslim merayak Halloween,

net
ilustrasi 

يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء تلقون إليهم بالمودة وقد كفروا بما جاءكم من الحق … …

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..” (QS. Al-Mumtahanan: 1)

Ketiga, meskipun tidak ada unsur ritual peribadatan, perayaan orang-orang tersebut tidak boleh dimeriahkan orang mukmin.

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan.

Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk Madinah,

قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما إن الله عز و جل أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر

“Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).

Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk Madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan.

Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini.

Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang yang tak beriman, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.

Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik Idul Fitri dan Idul Adha.

Demikian, semoga bisa menambah pengetahuan dan mempertebal iman kepada Allah SWT. (*)

Sumber: https://konsultasisyariah.com/14690-hukum-perayaan-halloween-dalam-islam.html

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved