Tombo Ati
Perayaan Halloween Menurut Islam, Simak Ulasan Berikut Ini untuk Mempertebal Iman
Setiap tanggal 31 Oktober, banyak orang merayakannya sebagai perayaan Halloween. Bolehkah muslim merayak Halloween,
TRIBUNJOGJA.COM - Setiap tanggal 31 Oktober, banyak orang merayakannya sebagai perayaan Halloween.
Dikutip dari wikipedia, Halloween lazimnya dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram.
Mereka kemuadian berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata “Trick or treat!”.
Bagi orang dewasa, Halloween mungkin merupakan kesempatan untuk berpesta kostum.
Karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween.
Misalnya karakter setan dan iblis dalam kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, tukang sihir.
Ada pula kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala.
Lantas, sebagai seorang muslim bolehkah bila ingin ikut-ikutan merayakan Halloween?
Berikut penjalasan yang dikutip dari konsultasisyariah.com, yang bisa menjadi acuan agar tak latah ikut-ikutan merayakan Halloween:
Pertama, turut merayakan hari raya sekelompok umat, sama dengan meniru kebiasaan mereka.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek tersebut. Beliau bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud)
Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka.
Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/halloween-perayaan_20171031_062122.jpg)