Home »

DIY

» Sleman

Sleman

Harga Telur dan Cabai di Sleman Meroket, Ini Alasannya

Harga cabai rawit merah sudah ada di level Rp 35 ribu di Pasar Tempel sampai dengan Rp 50 ribu di Pasar Godean.

Harga Telur dan Cabai di Sleman Meroket, Ini Alasannya
Warta Kota/Henry Lopulalan
ilustrasi

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak tanggal 2 Juli 2018, harga telur ayam broiler di enam pasar besar di Kabupaten Sleman mencapai Rp 26 ribu per kilogram.

Hal tersebut diungkapkan oleh Nurhadiyati selaku Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman.

Dari ke enam pasar tersebut, kenaikan harga bervariasi mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per kilogram dengan kenaikan tertinggi di Pasar Gamping, yakni dari harga yang sebelumnya Rp 21 ribu menjadi Rp 26 ribu.

Baca: Harga Telur Tembus Rp 28 Ribu per Kilogram di Yogyakarta

"Saat ini harga eceran telur ayam broiler tertinggi adalah Rp 28 ribu. Untuk telur kecenderungan naik sudah mulai dari tanggal 2 Juli 2018. Di Pasar Gamping mulai naik tanggal 3 Juli 2018," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Selain telur, cabai rawit merah dan hijau juga mengalami kenaikan.

Nur menyebut sejak bulan Juni 2018, harga cabai rawit merah sudah ada di level Rp 35 ribu di Pasar Tempel sampai dengan Rp 50 ribu di Pasar Godean.

"Di Pasar Gamping, awalnya berada di harga Rp 22 ribu namun ditanggal 3 Juli melonjak ke harga Rp 40 ribu. Saat ini cabai merah diperdagangkan dari harga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram," terangnya.

Untuk cabai rawit hijau, tanggal 2 Juli 2018 juga mulai naik dengan kenaikan yang bervariasi dari Rp 5.000 sampai Rp 10 ribu.

Kepala Disperindag Sleman, Tri Endah Yitnani mengatakan, harga telur yang mengalami kenaikan lebih disebabkan faktor suplai dan permintaan saja.

Baca: Begini Cara Pedagang si Pasar Kranggan Yogya Siasati Harga Telur yang Melambung

Sedangkan kenaikan harga cabai diakibatkan turunnya pasokan cabai di Kabupaten Sleman.

Endah menyebutkan, faktor musim kemarau dituding sebagai penyebab utama produksi cabai yang menurun yang menyebabkan pasokan juga menurun.

"Kenaikan tersebut diakibatkan adanya cuaca yang tidak menentu, sehingga jumlah pasokan juga menurun. Di musim kemarau seperti saat ini petani di beberapa daerah mengalami kesulitan air. Sehingga petani beralih menanam tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air," katanya.

Endah mengatakan, sebagai langkah penanggulangan, pihaknya akan bernegosiasi agar stok dari petani yang berada di Sleman diprioritaskan untuk pasar yang ada di Sleman, bukan untuk luar daerah. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help