Bisnis

Begini Cara Pedagang si Pasar Kranggan Yogya Siasati Harga Telur yang Melambung

Keinginannya menaikkan harga pun diakibatkan karena kenaikan harga telur telah berlangsung cukup lama.

Begini Cara Pedagang si Pasar Kranggan Yogya Siasati Harga Telur yang Melambung
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Kamsinah seorang pedagang lauk di pasar Kranggan saat melayani pelanggan, Senin (9/7/2018). Untuk lauk, telur dirinya mengaku menaikkan harga jual menyusul kenaikan harga telur dikalangan pedagang yang mencapai Rp28.000/kg 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Naiknya harga telur ayam ras di kalangan pedagang, berimbas pada para penjual makanan siap saji atau warung makan yang biasa menggelar dagangannya di pinggir jalan.

Seorang pedagang makanan, yakni Kamsinah mengaku telah menaikkan harga jual telur balado pada pelanggannya akibat hal tersebut.

Ibu dengan satu orang anak ini mengatakan, naiknya harga jual telur baladonya juga beriringan dengan naiknya harga jual telur, yaitu semenjak sepekan terakhir.

Baca: Bank Pelat Merah dan BPR Masih Tahan Suku Bunga Kredit

"Telur balado yang ini sekarang tak jual Rp3500 biasa Rp3000, saya naikkan Rp500. Kalau nggak ya nutupin dari mana selisihnya," imbuhnya saat ditemui di lapak dagangannya yang berada di pintu masuk pasar Kranggan, Senin (9/7/2018)

Keinginannya menaikkan harga pun diakibatkan karena kenaikan harga telur telah berlangsung cukup lama menurutnya.

Karena, jika kenaikan harga hanya temporer, dirinya mengaku tidak bakal menaikkan harga jual kepada pelanggannya.

"Kalau satu hari dua hari ya ga dinaikkan, nah kalau sudah kenaikan nya lama, seperti ini baru dinaikkan, kayak telur ini," pungkasnya.

Baca: Harga Telur Tembus Rp 28 Ribu per Kilogram di Yogyakarta

Kamsinah yang menjual aneka lauk mulai dari, ayam goreng, ceker gulai, tempe bacem, dan sebagainya ini, pun mengatakan harga jual hanya naik untuk lauk telur balado saja, sedangkan yang lain masih tetap harga biasa meskipun harga cabai juga mengalami kenaikan.

"Kalau yang lain kan cabainya cuman sedikit saya pakai, jadi masih bisa nggak naikin harga. Kayak ikan dan teri lombok ijo yang ini, kan cabainya sedikit, banyak ikan nya jadi ya harga jualnya normal," tutupnya. (Tribunjogja.com)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved