Kulonprogo

Pemkab Kulonprogo Andalkan Dana Swasta untuk Atasi Kekeringan Saat Ini

Struktur anggaran daerah di Kulonprogo tak mencukupi untuk mendanai pemberian bantuan air bersih bagi warga yang mengalami dampak kekeringan.

Pemkab Kulonprogo Andalkan Dana Swasta untuk Atasi Kekeringan Saat Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Warga pedukuhan Turus, Nanggulan tengah mengambil air dari Sumur Gedhe. Sumur tua itu menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. 

TRIBUNJOGJA.COM - Struktur anggaran daerah di Kulonprogo tak mencukupi untuk mendanai pemberian bantuan air bersih bagi warga yang mengalami dampak kekeringan.

Bantuan air bersih sejauh ini hanya mengandalkan anggaran dari kementerian terkait, Pemerintah DIY maupun program tanggung jawab sosial perusahaan tertentu (CSR).

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Sumiyati mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada alokasi dana dari APBD Kulonprogo untuk bantuan air bersih tersebut.

Baca: BPBD Harapkan Bantuan Swasta untuk Dropping Air Bersih di Gunungkidul

Anggaran yang ada hanya Dana Tak Terduga (DTT) yang dialokasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) namun pencairannya tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu.

Maka itu, pos anggaran untuk dropping air bersih kemudian hanya mengandalkan APBD DIY, dana dari kementerian, CSR, hingga swadaya Taruga Siaga Bencana (Tagana).

"Tahun ini ada alokasi bantuan dari APBD DIY 100 tangki air bersih melalui Dinsos dan 150 tangki dari CSR melalui BPBD. Pendistribusian kami lakukan dengan skala prioritas untukw arga yang sudah mengajukan permohonan terlebih dulu," kata Sumiyati pada Tribunjogja.com, Selasa (10/7/2018).

Bantuan air bersih dari program CSR sudah didistribusikan sebanyak 20 tangki ke beberapa wilayah belum lama ini.

Sedangkan bantuan bersumber anggaran Pemerintah DIY dimungkinkan baru direalisasikan pada Agustus mendatang.

Adapun bahan baku air untuk bantuan itu bersumber dari mata air lokal seperti Tuk Mudal, Clereng, Waduk Sermo, dan sumber air di Banguncipto Sentolo.

Tagana disebutnya juga membuat sumur bor di depan posko untuk memudahkan pengambilan air dan efisiensi biaya.

Baca: Antisipasi Kekeringan, Warga Kulonprogo Manfaatkan Air Sumur Tua

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help