Gunungkidul

BPBD Harapkan Bantuan Swasta untuk Dropping Air Bersih di Gunungkidul

Saat ini ada 11 kecamatan 54 desa dengan total 116.216 jiwa yang terdampak kekeringan di Gunungkidul.

BPBD Harapkan Bantuan Swasta untuk Dropping Air Bersih di Gunungkidul
ist
Ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul berharap ada pihak swasta membantu dalam dropping air di beberapa daerah yang terdampak kekeringan.

Saat ini ada 11 kecamatan 54 desa dengan total 116.216 jiwa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki.

Baca: Atasi Kekeringan, Aliran Irigasi Kalibawang Bakal Dibuka 1 Agustus

"Jika ada swasta atau perusahaan yang membantu kami sangat berharap ada bantuan dari swasta untuk dropping air," terangnya pada Tribunjogja.com Selasa (10/7/2018).

Ia mengatakan saat ini pihaknya telah menyiapkan dana sebesar 638 juta untuk membantu dropping air di wilayah yang berdampak kekeringan, dengan total 3380 tangki air yang akan dikirim kepada daerah terdampak.

"Anggaran dana hampir setara dengan tahun lalu untuk dropping air tahun ini," tuturnya.

Untuk mencukupi kebutuhan dropping air, pihaknya tidak hanya mengambil air dari daerah Gunungkidul saja tetapi juga mengambil dari daerah luar Gunungkidul.

"Kami harus mendatangkan air dari Pracimantoro, Wonogiri Jawa Tengah dan wilayah Bantul karena sumber air paling dekat ada di daerah tersebut," terangnya.

Ia mengatakan setiap harinya BPBD mengirimkan enam tangki air bersih menggunakan tangki BPBD ke daerah terdampak kekeringan.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help