Lomba Bakiak hingga Balap Karung Semarakkan Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman 

Pemkab Sleman bersama Kormi Kabupaten Sleman menggelar lomba olahraga tradisional di Lapangan Pemda, Sabtu (9/5/2026).

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Dok. Pemkab Sleman
SERU - Keseruan lomba Bakiak, Egrang hingga balap karung digelar di Lapangan Pemda Sleman, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan lomba olahraga ini bagian dari semarak peringatan HUT ke-110 Kabupaten Sleman. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Sleman menggelar lomba olahraga tradisional di Lapangan Pemda, Sabtu (9/5/2026).

Selain untuk mengenalkan olahraga tradisional, kegiatan yang diikuti perwakilan dari 17 kecamatan ini juga bagian dari menyemarakan Hari Jadi ke-110 tahun 2026. 

Ketua KORMI Kabupaten Sleman, Suparman mengatakan kegiatan lomba olahraga tradisional ini diikuti oleh 17 Kormi Kapanewon dan seluruh anggota penuh Kormi Sleman serta sejumlah kelompok masyarakat yang ada di Bumi Sembada.

"Selain sebagai upaya memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat luas, lomba olahraga tradisional ini juga merupakan rangkaian Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun 2026," katanya. 

Ada tiga olahraga tradisional yang di lombakan dalam kegiatan ini. Antara lain,  Egrang, Bakiak dan Lari Karung Estafet. Total hadiah yang dipersiapkan sebesar Rp 30 juta rupiah.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang hadir membuka perlombaan ini menekankan bahwa olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat, melainkan instrumen penting untuk menjaga identitas budaya di tengah gempuran modernisasi. 

Ia berpesan kepada para peserta yang bertanding agar tidak hanya mengejar kemenangan semata, tetapi lebih mengutamakan semangat persatuan dan kegembiraan.

Hal ini sejalan dengan tantangan pembangunan ke depan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat Sleman. 

"Olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun, melainkan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, gotong royong, kekompakan, kedisiplinan, kejujuran, ketahanan mental, dan kebersamaan," kata Danang.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved