Kota Yogyakarta

Kraton Yogyakarta Mewisuda 324 Abdi Dalem

Mereka yang diangkat sebagai abdi dalem Keprajan, beberapa di antaranya merupakan kepala desa dari Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul.

Kraton Yogyakarta Mewisuda 324 Abdi Dalem
TRIBUNJOGJA.COM / HASAN SAKRI
Sejumlah abdi dalem bersiap mengikuti prosesi wisuda di Bangsal Magangan, komplek Keraton yogyakarta, Selasa (3/7/2018). Pada kesempatan ini, Keraton yogyakartya mewisuda 350 abdi dalem dengan rincian 275 abdi dalem punokawan dan 75 abdi dalem keprajan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 324 abdi dalem di lingkungan Kraton Yogyakarta mengikuti prosesi wisuda, yang dilangsungkan di Bangsal Kesatriyan, Selasa (3/7/2018).

Jumlah tersebut, terdiri dari 246 orang abdi dalem Punakawan dan 78 Keprajan.

Wakil Penghageng Tepas Tandha Yekti, KPH Yudha Hadiningrat, mengatakan bahwa di antara abdi dalem yang diwisuda, terdapat KPH Notonegoro, suami GKR Hayu, yang kini menyandang Penghageng Kawedanan Hageng Krido Marsono, serta Sekda Bantul, Riyantono, sebagai abdi dalem keprajan. 

"Ada yang naik pangkat, kemudian ada juga abdi dalem baru. Dari sejumlah abdi dalem yang magang, hari ini diangkat 92 orang," katanya.

Baca: Video Masjid Pajimatan Imogiri, Ada Kisah Dua Jam dan Dua Abdi Dalem

Ia menjelaskan, mereka yang diangkat sebagai abdi dalem Keprajan, beberapa di antaranya merupakan kepala desa dari Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul.

Sedangkan abdi dalem Punakawan banyak yang berasal dari kalangan penari, atau sarjana seni. 

"Di samping bertugas menari, jika ada tamu, atau event, seperti grebek, labuhan, atau diundang ke luar negeri atau daerah lain, mereka yang dibawa untuk menari. Makanya, setiap minggu ada latihan rutin, pelatihnya ya penari senior Kraton," jelasnya.

"Tidak kalah menarik, selain sarjana seni, dalam wisuda kali ini juga ada beberapa abdi dalem bergelar sarjana sosiologi dan antropologi," tambah KPH Yudha Hadiningrat.

Sejumlah abdi dalem bersiap mengikuti prosesi wisuda di Bangsal Magangan, komplek Keraton Yogyakarta, Selasa (3/7/2018). Pada kesempatan ini, Keraton yogyakartya mewisuda 350 abdi dalem dengan rincian 275 abdi dalem punokawan dan 75 abdi dalem keprajan.
Sejumlah abdi dalem bersiap mengikuti prosesi wisuda di Bangsal Magangan, komplek Keraton Yogyakarta, Selasa (3/7/2018). Pada kesempatan ini, Keraton yogyakartya mewisuda 350 abdi dalem dengan rincian 275 abdi dalem punokawan dan 75 abdi dalem keprajan. (TRIBUNJOGJA.COM / HASAN SAKRI)

Wisuda abdi dalem di lingkungan Kraton Yogyakarta sendiri dilangsungkan dua kali dalam satu tahun, yakni setiap bulan Syawal dan Bakda Mulud.

Dari dua prosesi tersebut, hari yang dipilih selalu sama, yaitu pada Selasa Wage. 

Dalam prosesi kali ini, Penghageng Kawedanan Ageng Panitro Puro, GKR Condrokirono, didapuk mewisuda para abdi dalem.

Sementara surat kekancingan bagi abdi dalem Punakawan dan Keprajan, masing-masing diserahkan oleh KPH Wironegoro dan GKR Hayu.

Baca: Menilik Kisah Perjuangan Abdi Dalem Keraton di Masjid Rotowijayan

GKR Condrokirono, melalui KPH Yudha Hadiningrat, dalam sambutannya, berpesan bahwa abdi dalem merupakan abdi budaya Kraton Yogyakarta, sekaligus abdi Sri Sultan yang bertahta.

Sehingga, perilaku dan perbuatannya harus senantiasa dijaga.

"Hendaknya, abdi dalem selalu menjaga budaya dan nama baik Kraton Yogyakarta, serta Ngarsa Dalem. Jangan sampai memalukan di luar tatanan Kraton. Harus selalu bertindak lurus, leres dan laras," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved