4 Perbedaan Seblak Jadul dan Kekinian, Pecinta Seblak Wajib Tahu
Seblak jadul dan seblak kekinian memiliki beberapa perbedaan. Dari bahan, rasa, hingga tampilan, begini perubahan seblak khas Sunda dari masa ke masa.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Seblak merupakan makanan khas Sunda berbahan dasar kerupuk, namun kini berkembang dengan beragam isian mengikuti tren dan selera daerah.
- Seblak autentik memiliki cita rasa gurih dengan aroma kencur yang khas dan pedas ringan, sementara seblak modern cenderung dominan pedas dengan level cabai beragam.
- Dari tampilan dan gaya konsumsi, seblak jadul sederhana dan minim kuah, sedangkan seblak kekinian berkuah, berwarna merah, dijual prasmanan, dan identik dengan tren anak muda.
TRIBUNJOGJA.COM-Seblak adalah salah satu makanan khas Jawa Barat.
Namun kini seblak sudah dapat ditemukan di berbagai daerah.
Seblak memiliki bahan dasar utama yaitu kerupuk.
Namun seblak yang sering ditemukan sekarang memiliki beberapa perbedaan dengan seblak yang sudah sejak dahulu ada di tanah Sunda.
Mulai dari tampilan, bahan dasar hingga rasa yang disajikan.
Hal itu tak luput dari perkembangan zaman dan karena seblak yang semakin menyebar luas di berbagai daerah.
Sehingga para penjual berinovasi menyesuaikan tren dan cita rasa yang berbeda di berbagai daerah.
1. Bahan Dasar Seblak
Seblak autentik Sunda berbahan dasar satu jenis kerupuk.
Dimasak dengan sederhana tanpa tambahan toping lain.
Terbuat dari kerupuk yang di rendam dengan air panas dan dimasak bersama bumbu.
Kerupuk yang sering digunakan adalah kerupuk bawang oren.
Atau masyarakat Sunda akrab menyebut kerupuk kemplang.
Kerupuk ini memiliki aroma yang khas dan memberikan rasa gurih.
Namun seblak yang kini dapat ditemukan dimana mana memiliki perbedaan dari segi bahan baku.
| Menyesap Nostalgia di Pasar Beringharjo, Kala Wingko dan Bakpia Ngasem Jadi Primadona Baru Wisatawan |
|
|---|
| Pikat Generasi Muda, Kuliner Tradisional 'Naik Kelas' di Jogja Food & Beverage Expo 2026 |
|
|---|
| BBQ Cook Out Royal Ambarrukmo: Destinasi Kuliner Akhir Pekan Terbaik di Yogyakarta |
|
|---|
| Berburu Sate Klathak Pak Pong, Kuliner Legendaris di Bantul |
|
|---|
| Dugaan Tarif Nuthuk, Dinas Pariwisata Bantul Bakal Klarifikasi Warung Pantai Depok dan Parangtritis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Seblak-Prasmanan.jpg)