4 Perbedaan Seblak Jadul dan Kekinian, Pecinta Seblak Wajib Tahu

Seblak jadul dan seblak kekinian memiliki beberapa perbedaan. Dari bahan, rasa, hingga tampilan, begini perubahan seblak khas Sunda dari masa ke masa.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
radar bogor
seblak prasmanan 

Mulai dari pedas level 1 sampai level tertinggi dengan puluhan sendok sambal.

Tak jarang orang yang baru mengenal seblak sampai beranggapan bahwa seblak adalah makanan dengan cita rasa pedas.

Padahal itu sangat jauh dengan seblak yang dari dahulu sudah bersahabat dengan masyarakat Sunda.

3. Tampilan

Ngemil Seblak
Ngemil Seblak (travel.tribunnews.com)

Seblak autentik Sunda tampil cantik sederhana.

Dengan warna oren alami kerupuk dengan sayur sawi hijau sebagai tambahan warna.

Seblak jadul tidak memiliki banyak kuah. 

Sengaja dibuat tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. 

Seblak jadul juga  tidak berwarna merah karena sambal.

Namun kebanyakan dari seblak yang sering ditemukan saat ini berkuah.

Dengan toping yang beragam dan kuah yang terlalu basah membuat seblak mirip seperti tomyam.

Selain itu seblak saat ini juga cenderung berwarna merah dari sambal atau karena diberi bubuk cabai agar warna yang dihasilkan lebih merah.

4. Gaya Konsumsi

seblak prasmanan
seblak prasmanan (radar bogor)

Seblak pada zaman dahulu lebih identik dengan camilan rumahan.

Dinikmati bersama keluarga dan teman teman terdekat.

Menghadirkan kehangatan yang dibalut dengan kesederhanaan.

Saat ini seblak bukan hanya soal cita rasa.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved