TOPIK
Puisi Joko Pinurbo
-
Puisi Jalan Buntu Joko Pinurbo: Sembilan dari sepuluh jalan yang melintasi rimba tubuhmu
-
Puisi Doa Orang Sibuk Yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya Joko Pinurbo: Tuhan, ponsel saya
-
Puisi Laut Joko Pinurbo: Sekali-sekali telepon genggam perlu juga diajak piknik
-
Puisi E Mail Tengah Malam Joko Pinurbo: Tugas rutinnya tiap tengah malam adalah membuka
-
Puisi Jam Joko Pinurbo: Satu-satunya barang berharga yang masih tersisa di rumahnya adalah jam
-
Puisi Foto Joko Pinurbo: Ia bangga sekali bisa memasang fotonya yang lumayan keren di dinding ruang
-
Puisi Anjing Joko Pinurbo: Rumahku dijaga dua anjing cerdas anjing sungguhan
-
Puisi Koma Joko Pinurbo: Menjelang dinihari pengarang itu mati Kepalanya terkulai di atas meja
-
Puisi Mandi Malam Joko Pinurbo: Mandi malam sangat rawan Banyak ancaman Kalau tidak siap
-
Puisi Selamat Ulang Tahun Buku Joko Pinurbo: Makin lama kau makin kaya saja Tambah cerdas pula
-
Puisi Kanibal yang Malang Joko Pinurbo: Sudah tujuh hari tujuh malam kami menjaga makam almarhum
-
Puisi Mata Joko Pinurbo: Ada tiga mata bertemu di kafe itu: matasenja, matakata dan matangantuk
-
Puisi Selamat Malam Kanibal Joko Pinurbo: Kita datang ke perjamuan seperti pernah kita janjikan
-
Puisi Lebih Dekat dengan Engkau Joko Pinurbo : Tidak mudah mendapatkan waktu yang baik
-
Puisi Kecantikan Belum Selesai Joko Pinurbo: Sudah selesai. Sudah kucoba semua warna.
-
Puisi Perjamuan Petang Joko Pinurbo: Dua puluh tahun yang lalu ia dilepas ayahnya di gerbang depan
-
Puisi Dua Orang Peronda Joko Pinurbo: Hanya ada dua orang peronda datang ke gardu itu Mereka duduk
-
Puisi Malam Pertama Joko Pinurbo: Malam pertama tidur bersamamu, aku terkenang saat-saat manis
-
Puisi Rumah Cinta Joko Pinurbo: Aku datang ke dalam engkau, ke rumah rantau yang melindap
-
Puisi Tiada Joko Pinurbo: Tiada pengembara yang tak merindukan sebuah rumah, bahkan jika rumahnya
-
Puisi Koran Pagi Joko Pinurbo: Koran pagi masih mengepul di atas meja, Wartawan itu belum juga
-
Puisi Kekasihku Joko Pinurbo: Pacar kecil duduk manis di jendela, menemani senja. Senja, katanya
-
Puisi Rok Mini untuk Nenek Joko Pinurbo: Malam ini nenek bulan tampak kucel dan kusam
-
Puisi Di Bawah Pohon Cemara Joko Pinurbo: Di bawah pohon cemara gadis kecil itu sejak tadi
-
Puisi Penjual Kalender Joko Pinurbo: Pawai tahun baru baru saja dibubarkan sepi Sisa suara terompet
-
Puisi Telepon Tengah Malam Joko Pinurbo: Telepon berkali kali berdering kubiarkan saja Sudah sering
-
Puisi Hijrah Joko Pinurbo: Setelah tugas tugas di ranjang kubereskan, badai kuredakan, aku hijrah
-
Puisi Bola Joko Pinurbo: Permainan sudah selesai Perburuan tak akan usai Kostum, bendera, spanduk
-
Puisi Penyair Panggung Joko Pinurbo: untuk Landung Simatupang Tubuhnya lebih dari puisi
-
Puisi Kosong Joko Pinurbo: Rumah masih saja terasa hampa walau sudah kuisi dengan berbagai macam
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved