Internet Platform, AI System dan Dampaknya
Tulisan ini tentang Internet Platform, AI System, dampaknya ke media massa dan publik, serta apa yang mesti kita lakukan.
Democratize tidak hanya di sisi produksi, tapi juga di sisi bisnis. Dengan pengeras suara di tangannya, semua orang bisa berdagang: berdagang citra (reputasi), berdagang kue, berdagang jasa (misalnya, menjadi tukang ojek online).
Bermunculan infrastruktur baru: server (tempat penyimpanan data, cloud), alat pembayaran online, security, dan seterusnya.
Pedagang online bermunculan, membuat asosiasi. Media baru bermunculan, berkumpul dalam asosiasi.
Di industri pers, misalnya, muncul 50 ribuan media baru –sesuatu yang mustahil sebelum Internet Platform bisa diakses publik.
Tapi, ada biayanya. Mahal sekali. Misinformasi, disinformasi, opini publik, demokrasi, tertib sosial. Media dan bisnis tradisional tumbang, PHK di mana-mana.
Lembaga-lembaga sosial lama, bahkan institusi keagamaan, mendapatkan tantangan baru. Ada yang pergi, ada yang datang. Ada yang tumbang, muncul yang baru.
AI System
Kita sedang mengarungi dunia baru, dunia yang diciptakan oleh Internet Platform, ketika teknologi AI bisa diakses publik melalui ChatGPT, November 2022.
AI System adalah power, kekuatan, yang karakternya berbeda. Meski sama-sama enable karena internet, AI berbeda: incentive system dan cara kerja. Karena itu, dampaknya juga akan berbeda.
AI atau Artificial Intelligence adalah sistem, sama dengan Internet Platform. Bedanya: sistem ini diberi tugas menjalankan pekerjaan manusia (to perform human tasks).
Agar bisa menjalankan fungsi itu, sistem itu diberi kemampuan berpikir seperti manusia. Dia memiliki kemampuan kecerdasan –seperti manusia.
AI dilatih, pre-trained. AI tidak diprogram (pre-programmed) seperti Internet Platform. Karena dia dilatih, AI memiliki kemampuan self improvement. Artinya, kalau AI dilatih berjalan, dia akan berjalan.
Tapi lebih dari itu, dia bisa berjalan cepat, kemudian berlari –dan bisa sambil menyanyi. Dia bisa menjadi otonom.
AI, seperti manusia, bisa mengenali teks (jadi, dia bisa tahu, ooo “ini kota” atau “ini nama orang”). AI juga bisa memahami gambar (images), suara, dan suara-gambar (audio-visual). Informasi yang masuk ke “pancaindra” AI itu diolah, dibuat polanya, dan dibuat prediksinya (prediksi inilah jawaban yang di-trigger oleh prompt).
Jadi, mesin AI, yang dilatih berjalan, bisa sambil berjalan, melihat, mengenali, memproses informasi dan menghasilkan informasi baru. Dia entitas, yang seperti manusia, memiliki kemampuan mencari, mengolah, dan mendistribusikan informasi baru.
| Perbaikan Jaringan Internet Sumatra Dipercepat Pascabanjir dan Longsor |
|
|---|
| Registrasi Internet Rakyat Rp100.000 per bulan Kecepatan 100mbps |
|
|---|
| 111.500 GB Kuota Internet Disalurkan untuk Sekolah 3T di Tanah Air |
|
|---|
| Sidang Kasus Korupsi Internet Sleman: Eks Kadis Kominfo Terima Jatah Rp22 Juta Tiap Bulan |
|
|---|
| Ketika Luhut Panjaitan Bicara Tentang AI, Ini Paparan Lengkapnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Chief-Executive-Officer-CEO-Tribun-Network-Dahlan-Dahi.jpg)