Internet Platform, AI System dan Dampaknya

Tulisan ini tentang Internet Platform, AI System, dampaknya ke media massa dan publik, serta apa yang mesti kita lakukan.

Editor: ribut raharjo
Tribunnews
Dahlan Dahi, Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers 

Oleh: Dahlan Dahi, Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers

TRIBUNJOGJA.COM - Tulisan ini tentang Internet Platform, AI System, dampaknya ke media massa dan publik, serta apa yang mesti kita lakukan.

Internet Platform

Noise. Ribut dan riuh di kerumunan (crowd). Semua orang memegang pengeras suara.

Semua orang didengar –dan mendengar. Melihat dan dilihat. 

Begitulah Internet Platform –yang menghubungkan data dan informasi dari berbagai perangkat (devices)-- membuka akses ke semua orang untuk mencari, memproses, dan mendistribusikan informasi. 


Incentive system-nya advertising. Kiblatnya advertiser, pemasang iklan. 

Makin murah unit cost (misalnya, biaya per impression), makin bagus. 

Agar makin murah, Internet Platform mendorong semua orang untuk berproduksi, memproduksi informasi.

Cara kerjanya: attention. Siapa yang mendapatkan perhatian terbanyak, ya, dia terbaik. User engagement (klik, share, comment) jadi metrics utama. Sistem mendorong engagement. 

Artinya, makin riuh makin bagus. Siapa yang riuh, dia akan dapat iklan lebih banyak. Meng-capture market lebih bagus. 

Sistem ini –yang dimulai 1998 dengan Google dan 2004 dengan Facebook– memunculkan banyak hal bagus: democratize. Semua orang bisa menjadi kreator, influencer, tokoh, artis, pedagang. 

Semua orang bisa mengontrol apa yang ingin dia baca, apa yang dia ingin lupakan. 

Kontrol berpindah dari segelintir orang, segelintir institusi. Kontrol berpindah ke individu, ke semua orang.

Internet Platform mengubah pondasi lebih dalam lagi. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved