Ramadan 2026
Buka Puasa Langsung Makan Gorengan, Ini Risikonya bagi Tubuh
Berbuka puasa dengan gorengan, sehat atau berbahaya? Simak penjelasan medis tentang dampaknya bagi pembuluh darah dan kesehatan jangka panjang.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Tubuh setelah 14 jam berpuasa membuat penyerapan zat berlangsung lebih sensitif sehingga pilihan makanan pertama sangat menentukan.
- Makanan yang digoreng pada suhu tinggi dapat membentuk senyawa AGEs yang berisiko membuat pembuluh darah kaku, meningkatkan risiko stroke, serta mempercepat penuaan kulit. Lemak transnya juga memicu peradangan.
- Untuk mengurangi dampak tersebut, disarankan berbuka dengan air, buah, atau sayuran terlebih dahulu sebelum mengonsumsi gorengan.
TRIBUNJOGJA.COM - Siapa yang tidak doyan dengan gorengan? Mengapa setiap bulan Ramadan itu identik dengan berbuka puasa makan gorengan?
Gorengan menjadi salah satu hidangan yang telah lazim dikonsumsi oleh masyarakat, baik itu oleh kalangan orang tua maupun anak-anak.
Namun, apakah sehat jika kita mengkonsumsi gorengan untuk berbuka puasa? Apakah gorengan berbahaya?
Berikut penjelasan yang dikutip dari video kanal YouTube dr. Indra Gunawan (@DrIndraGunawan), seorang dokter praktisi medis yang menaruh perhatian pada longevity medicine (kesehatan jangka panjang):
Di saat perut kosong selama 14 jam berpuasa Ramadan, sel-sel tubuh manusia sangat sensitif dalam menyerap nutrisi.
Hal ini berarti apa yang pertama kali kita konsumsi dalam berbuka puasa akan sangat berpengaruh.
Jika yang masuk pertama adalah makanan yang digoreng dengan minyak yang sudah dipakai berulang kali, ditambah adonan tepung yang dimasak dalam suhu tinggi, tubuh bisa membentuk senyawa bernama AGEs atau Advanced Glycation End-Products.
Baca juga: Manfaat Mengonsumsi Buah Kurma Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Senyawa ini terbentuk melalui reaksi Maillard, yaitu ketika gula atau karbohidrat (tepung) bereaksi dengan protein atau lemak saat dipanaskan.
Proses ini terjadi pada makanan seperti gorengan yang umumnya digoreng hingga kecokelatan.
AGEs dapat membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku atau dikenal dengan arterial stiffness.
Jika pembuluh darah kehilangan kelenturannya, risiko gangguan seperti stroke bisa meningkat.
Di sisi lain, hal ini juga menimbulkan kolagen pada kulit putus.
Risikonya yaitu wajah lebih cepat tampak menua atau keriput.
Baca juga: Tips Menjalankan Puasa Anti-Kehausan, Tetap Bugar Sampai Berbuka
Ditambah lagi, gorengan umumnya kaya akan lemak jenuh dan lemak trans, apalagi jika dimasak dengan minyak yang kualitasnya rendah atau dipakai berulang kali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gorengan-Untuk-Berbuka-Puasa.jpg)