Ini Tips Saat Berbuka Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar

kebiasaan mengonsumsi minuman es secara berlebihan saat perut masih kosong ternyata tidak selalu baik bagi kesehatan.

Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ilustrasi es campur 

Ringkasan Berita:
  • Konsumsi minuman es berlebihan saat berbuka dapat ganggu pencernaan, sebabkan kembung, dan membuat tubuh cepat kenyang sehingga asupan gizi berkurang.
  • Dinkes Bantul menganjurkan membatasi teh, kopi, gula, dan makanan digoreng saat puasa untuk menjaga hidrasi dan kesehatan, terutama bagi lansia.
  • Pilih makanan tinggi serat dan lambat dicerna (gandum, kacang, nasi merah) serta buah seperti kurma dan pisang; konsumsi air/jus untuk pemulihan cairan.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Minuman es kerap menjadi pilihan utama saat berbuka puasa.

Sensasi dinginnya dianggap mampu menghilangkan dahaga setelah seharian menahan haus.

Namun, kebiasaan mengonsumsi minuman es secara berlebihan saat perut masih kosong ternyata tidak selalu baik bagi kesehatan.

Perubahan suhu yang drastis dapat memicu gangguan pencernaan, seperti perut kembung hingga rasa tidak nyaman pada lambung.

Selain itu, terlalu banyak minum es juga dapat membuat tubuh cepat merasa kenyang sehingga asupan makanan bergizi menjadi berkurang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Agus Tri Widyantara, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman selama Ramadan agar tubuh tetap bugar dan produktivitas terjaga.

Ia menganjurkan masyarakat membatasi konsumsi teh dan kopi saat sahur.

Menurutnya, kedua minuman tersebut dapat mempercepat metabolisme tubuh sehingga rasa haus datang lebih cepat, meski tidak selalu berarti dehidrasi.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Jogja Hari Ini Minggu 22 Februari 2026 - 4 Ramadan 14467H Kota Yogya Pukul 18.04

Selain itu, makanan yang cepat dicerna dan tinggi gula juga sebaiknya dibatasi karena dapat memicu rasa haus saat berpuasa.

Masyarakat juga disarankan mengurangi makanan yang digoreng saat berbuka karena berisiko meningkatkan kadar lemak dalam tubuh, terutama bagi lanjut usia yang rentan terhadap penyakit jantung koroner dan hipertensi.

Sebagai gantinya, Agus menyarankan konsumsi makanan yang dicerna lebih lambat dan tinggi serat, seperti gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, serta nasi merah.

Untuk berbuka, kurma menjadi pilihan yang dianjurkan karena mengandung gula alami, serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium yang membantu memulihkan energi secara bertahap.

Pisang juga baik dikonsumsi karena kaya kalium dan magnesium.

“Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih atau jus buah antara waktu berbuka hingga sebelum tidur agar tubuh tetap terhidrasi dan siap beraktivitas keesokan harinya,” ujarnya. (nei)


 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved