Puasa Ramadan 2026: Panduan Mandi Junub dan Sahur bagi Pasangan Suami Istri

setelah suami istri berhubungan badan di malam bulan Ramadan, lebih baik mandi junub dahulu atau sahur terlebih dahulu.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja.com
Ilustrasi Mandi Junub 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagian umat muslim di Tanah Air sudah mulai menjalankan ibadah puasa pada Rabu (18/2/2026) hari ini.

Sementara sebagian lainnya, baru akan menjalankan ibadah puasa mulai Kamis (19/2/2026) besok sesuai dengan keputusan pemerintah.

Selama menjalankan ibadah puasa, kita harus menahan segala hal yang bisa membatalkan puasa sejak subuh hingga waktu berbuka puasa atau maghrib.

Hal-hal yang membatalkan puasa di antaranya  makan, minum, mengeluarkan mani (sperma) dengan sengaja hingga berhubungan badan (bahkan bagi suami-istri).

Kalau sudah memasuki malam atau bukan waktu puasa, makan, minum dan berhubungan badan bagi suami-istri boleh dilakukan.

Terkait hubungan badan bagi suami-istri saat bulan Ramadan, banyak yang bingung dan tidak tahu, setelah suami istri berhubungan badan di malam bulan Ramadan, lebih baik mandi junub dahulu atau sahur terlebih dahulu.

Sepertinya sederhana, namun jika kita tidak tahu bagaimana yang seharusnya, pemahaman kita bisa salah kaprah dan menyesatkan.

Dikutip dari Tribun Jateng, Dosen dan Ketua LPM IAIN Surakarta, Muhammad Nashiruddin memberikan penjelasan soal kapan sebaiknya mandi junub terlebih dahulu atau makan sahur terlebih dahulu.

Menurut Nashiruddin, soal kapan sebaiknya mandi junub terlebih dahulu atau makan sahur terlebih dahulu, semua tergantung pada waktu yang tersisa untuk sahur.

Baca juga: Ini Aturan Jam Kerja di Lingkungan Pemkab Bantul Selama Ramadan

Jika waktu yang tersisa untuk sahur sedikit, maka diutamakan melakukan sahur terlebih dahulu baru mandi junub.

Sebaliknya, apabila waktunya masih longgar maka diutamakan melakukan mandi junub terlebih dahulu baru kemudian makan sahur.

"Jawabannya adalah tergantung waktu yang tersisa untuk sahur, kalau waktu yang tersisa untuk sahur tinggal sedikit diutamakan orang itu melakukan sahur dulu baru mandi wajib."

"Tetapi jika waktu yang dia punya masih longgar dalam arti memungkinkan dia untuk mandi kemudian baru melakukan sahur lebih baik kalau dia mandi wajib sehingga kondisinya bersih baru kemudian melakukan sahur."

"Apabila waktu yang dia miliki sangat sempit sehingga memungkinkan dia untuk sahur dulu, sebelum sahur diutamakan untuk membasuh kemaluannya kemudian melakukan wudu baru kemudian sahur," terang Ustaz Nashiruddin.

Berikut niat mandi junub

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved