Puasa Ramadan 2026: Panduan Mandi Junub dan Sahur bagi Pasangan Suami Istri

setelah suami istri berhubungan badan di malam bulan Ramadan, lebih baik mandi junub dahulu atau sahur terlebih dahulu.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja.com
Ilustrasi Mandi Junub 

Nawaitul ghusla lifraf il Hadatsil akbarii fardhallillahi ta’aala

Artinya: "Saya niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar fardhu karena Allah ta’aala."

Berikut penyebab seorang muslim atau muslimat wajib untuk mandi junub

Keluar sperma

Laki-laki atau perempuan yang mengeluarkan sperma wajib mandi besar.

Baik keluar dalam keadaan tidak sadar, tidak sengaja, tidak ada syahwat maupun tidur.

Hal itu berdasarkan Hadits Nabi:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله تعالى عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم { الْمَاءُ مِنْ الْمَاءِ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: "Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Air itu karena air (wajibnya mandi karena keluarnya air mani).'” (HR Muslim).

Hubungan seksual (jimak)

Wajibnya mandi dalam hubungan seksual ketika hasyafah (kepala penis) masuk ke dalam farji (kemaluan perempuan).

Tetap wajib meskipun memakai kondom atau tidak keluar sperma.

Dalam hadits Nabi dijelaskan:

إذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ وَمَسَّ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ وَإِنْ لَمْ يُنْزِل

Artinya: "Bila seorang lelaki duduk di antara empat potongan tubuh wanita (dua tangan dan dua kaki) dan tempat khitan (laki-laki) bertemu tempat khitan (perempuan) maka sungguh wajib mandi meskipun ia tidak mengeluarkan mani.” (HR Muslim)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Jateng

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved