Ketika Naskah Teater Membongkar Trauma Sosial: Membaca Eunoia Karya Whani Darmawan

Whani Darmawan mengungkapkan bahwa naskah Eunoia Menuju Seekor Bajingan di Mobil Slavee selesai ditulis pada 24 Juni 2024.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
BEDAG BUKU: Bedah buku Eunoia Menuju Seekor Bajingan di Mobil Slavee karya Whani Darmawan dan kawan-kawan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Selasa (10/3/2026). 

“Kemiskinan di sini bukan sekadar takdir. Kemiskinan itu struktur. Dan ketika kemiskinan diproduksi oleh struktur, ia melahirkan trauma yang pada akhirnya memunculkan ironi dalam kehidupan manusia,” ujarnya.

Trauma sosial itulah, lanjut Zuhdi, yang sering memunculkan berbagai bentuk kontradiksi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kemunafikan atau hipokrisi.

Ia menambahkan, dalam perspektif psikoanalisis, manusia pada dasarnya lahir dalam kondisi normal sebelum kemudian dibentuk oleh lingkungan sosialnya.

“Dalam psikoanalisis, manusia itu lahir normal sebelum kemudian keluarga dan masyarakat membentuknya menjadi ‘edan’,” kata Zuhdi.

Dialog internal manusia

Sementara itu, Direktur Tonggak Pustaka, Indro Suprobo melihat naskah tersebut memiliki kedalaman dialog yang mengingatkannya pada kisah dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, khususnya Kitab Keluaran tentang panggilan Nabi Musa.

Menurutnya, dialog antara tokoh Slavee dan Si Bajingan dalam naskah itu memiliki kemiripan dengan percakapan antara Musa dan Yahweh.

“Kisah Musa itu mungkin tidak pernah terjadi secara harfiah. Tetapi dialog itu mencerminkan realitas yang konkret tentang bagaimana seseorang menemukan panggilan hidupnya,” kata Indro.

Ia menilai percakapan dalam naskah tersebut dapat dibaca sebagai dialog internal manusia yang sedang berhenti sejenak untuk merefleksikan pengalaman hidupnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved