Beasiswa Fulbright 2026 Dibuka: Kuliah S2-S3 di AS, Ini Syarat & Cara Daftarnya

Kesempatan emas bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasrat melanjutkan studi magister (S2) dan doktoral (S3) di Amerika Serikat (AS) kembali

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
capture
Beasiswa Fulbright 2026 Dibuka: Kuliah S2-S3 di AS, Ini Syarat & Cara Daftarnya 

TRIBUNJOGJA.COM - Kesempatan emas bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasrat melanjutkan studi magister (S2) dan doktoral (S3) di Amerika Serikat (AS) kembali hadir melalui program Beasiswa Fulbright 2026. 

Pendaftaran program prestisius ini telah dibuka dan akan berakhir pada 18 Februari 2026 mendatang.

Beasiswa Fulbright 2026 menerima pelamar dari berbagai disiplin ilmu, dengan satu pengecualian penting, tidak berlaku untuk kedokteran, yang berkaitan dengan perawatan pasien atau kontak klinis dengan pasien.

Program ini dikelola oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), yang bertindak sebagai Komisi Fulbright binasional untuk Indonesia, dengan dukungan dana dari pemerintah AS dan pemerintah Indonesia.

Durasi studi yang ditawarkan bervariasi; studi S2 berlangsung selama satu atau dua tahun, sementara studi S3 dijadwalkan selama tiga tahun. 

Untuk jenjang doktoral (S3), AMINEF secara spesifik menyebutkan bahwa mereka menerima proposal di bidang humaniora, seni, ilmu sosial, serta sains, teknologi, teknik, matematika (STEM), dan kesehatan.

Prioritas bagi Dosen dan Peneliti

AMINEF, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa prioritas akan diberikan kepada pelamar yang berencana untuk mengajar atau melakukan penelitian di universitas atau lembaga penelitian Indonesia. 

Mereka juga menegaskan bahwa Fulbright mengutamakan kandidat berkualifikasi yang ingin mengajar atau yang sudah menjadi dosen di perguruan tinggi, namun tetap memberikan dukungan bagi para profesional di berbagai bidang.

Sejak tahun 1952, program pertukaran pelajar ini telah melibatkan ribuan orang. Pada situs resmi AMINEF, tertulis kutipan persis bahwa sejak tahun 1952, sebanyak 3.330 warga Indonesia dan 1.375 warga Amerika telah berpartisipasi dalam program pertukaran pelajar.

Bahkan, kurang lebih 80 persen warga Indonesia menerima gelar pascasarjana magister atau doktoral dari universitas-universitas Amerika lewat AMINEF.

Sisanya, 20 persen, berpartisipasi dalam program pertukaran non-gelar.

Baca juga: Daftar Beasiswa Dibuka September 2025: Catat Timeline, Syarat, dan Benefit!

Cakupan Beasiswa dan Syarat Umum

Beasiswa Fulbright 2026 menawarkan dukungan komprehensif, mencakup:

1. Dukungan visa J-1

2. Perjalanan pulang pergi kelas ekonomi dari kota asal penerima beasiswa ke institusi tuan rumah di AS

3. Pendanaan untuk biaya kuliah, biaya hidup dan biaya terkait lainnya

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved