Penjelasan Epidemiolog UGM Seputar Hantavirus: Risiko Rendah Jadi Pandemi

Mekanisme penularan Hantavirus tidak semudah COVID-19 karena membutuhkan kontak erat dan berlangsung lama dengan penderita. 

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/dok. tribunnews
ILUSTRASI - Hantavirus 

Sementara itu, pada strain Andes, penularan sekunder dapat terjadi antarmanusia melalui droplet atau percikan cairan tubuh. 

Namun, ia menegaskan mekanisme penularannya tidak semudah COVID-19 karena membutuhkan kontak erat dan berlangsung lama dengan penderita. 

"Kalau strain Andes, kumannya bisa ditularkan melalui droplet, tetapi tidak semudah COVID karena harus memiliki kontak yang erat dan lama,” jelasnya.

Menurut Riris, langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan tangan, serta menjaga jarak dari individu yang terinfeksi. 

Upaya tersebut dinilai penting terutama bagi tenaga kesehatan maupun individu yang berada di wilayah dengan risiko paparan tikus tinggi.

Risiko Pandemi Rendah

Lebih lanjut, Riris menjelaskan WHO telah melakukan asesmen terhadap kasus tersebut dan menyimpulkan risiko pandemi global masih rendah. 

Hal ini disebabkan penyebaran virus sejauh ini masih terbatas pada penumpang kapal pesiar dan dapat dikendalikan melalui isolasi serta pelacakan kontak secara cepat. 

“Hasil asesmen WHO menunjukkan risiko pandemi itu rendah karena kontak dengan penderita harus dekat dan dalam jangka waktu yang lama. Penularannya juga bisa langsung dihentikan di kapal,” katanya.

Selain faktor pola penularan yang terbatas, respons internasional yang cepat juga menjadi alasan mengapa wabah dinilai masih terkendali. 

Berbagai lembaga kesehatan internasional telah melakukan koordinasi untuk proses isolasi pasien, karantina, hingga pelacakan kontak lintas negara.

Riris juga menekankan bahwa secara umum Hantavirus tetap tergolong zoonosis dengan transmisi utama dari hewan pengerat. 

Namun, terdapat laporan khusus pada strain Andes yang memungkinkan penularan antarmanusia.

"Secara umum, tetap zoonosis. Yang menjadi strain Andes itu human to human karena itu bisa menyebabkan pulmonary disease di paru-paru. Karena paru-paru itu organ pernapasan kita, maka bisa menyebar melalui droplet. Tetapi hal itu bukanlah yang utama karena itu butuh kontak erat yang lama,” terang Riris.

PERANGKAP TIKUS: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menyebar 100 unit trap atau perangkap tikus di lingkungan penduduk.

Pemasangan perangkap tersebut menyasar rumah-rumah warga di sekitaran pasien yang sebelumnya dinyatakan terpapar penyakit leptospirosis
ILUSTRASI- Tikus

Waspadai Tikus

Dokter Spesialis Penyakit dalam dari RSUP Sardjito, dr Alindina Anjani, memaparkan berbagai aspek terkait Hantavirus, mulai dari epidemiologi, mekanisme penularan, patogenesis, hingga manifestasi klinis penyakitnya. 

Alindina menjelaskan Hantavirus merupakan virus RNA yang termasuk kelompok zoonosis dan ditularkan terutama melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved