Moralitas dan Keadilan dalam Perang
Perang telah berlagsung sekitar 7 minggu (sejak akhir Februari 2026), menelan ribuan korban, dan berdampak global
(2) keadilan bukan soal konsekuensi (untung/rugi), melainkan tindakan berbasis kewajiban moral (deontologis);
(3) dalam konteks masyarakat/bangsa/negara, demi keadilan,maka hukum wajib diberlakukan sama (equality befor the law).
Dalam Islam, ada petunjuk elegan tentang keadilan.
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat menegakkan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun Allah tidak dilihat. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS al Hadid, 25).
Dalam ayat itu, ada perintah agar keadilan ditegakkan.Kalau perlu dengan tindakan tegas. Perintah penegakan keadilan itu digandengkan dengan “timbangan”.
Di situ, timbangan merupakan simbol dari alat ukur yang adil.
Setiap orang/masyarakat/bangsa, diperlakukan secara proporsional (setimbang) dengan perbuatannya.
Pun pula, perihal keadilan digandengkan dengan “besi”. Maknanya, sikap tegas dan kekuatan plus kekuasaan (power and authority)merupakan senjata ampuh untuk mewujudkan keadilan.
Persoalannya, masih adakah ajaran etika/moral itu dipraktikan dalam perang AS-Israel versus Iran? Boleh jadi, jawabannya berbeda-beda.
Dalam pandangan saya, AS-Israel bersikap brutal. Menghalalkan segala cara demi kemenangan. Etika/moral, beserta HAM dan hukum internasional, dilanggar secara terang-terangan.
Sebaliknya Iran, sebagai negara Islam, tampak sedemikian konsisten berpegang-teguh pada moralitas-religius Islam.
Perlawanan terhadap AS-Asrael, merupakan bentuk upaya mempertahankan diri, sekaligus upaya menghapuskan segala bentuk kebatilan di muka bumi.
Mati/terbunuh, kalah atau menang, diyakini sebagai takdir/jalan menuju keridhaan Ilahi Rabbi. Itulah jihad fi sabilillahdan mati sahid.
Pertanyaan lain, pantas diarahkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Mengapa lembaga internasional ini melempem?
| Negosiasi AS-Iran Gagal, Tema Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Persoalan Utama |
|
|---|
| Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Bubar di Tengah Jalan, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Iran Klaim Menang Perang, Mojtaba Khamenei: Kami Tidak Cari Perang, Tapi Siap Sampai Mati |
|
|---|
| Babak Baru Konflik Iran vs AS dan Israel, Sepakat Gencatan Senjata Setelah 39 Hari Berperang |
|
|---|
| Militer AS Bakal Segera Tinggalkan Iran, Trump Klaim Tujuan Serangan Militer Sudah Tercapai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Iran-Kembali-Bombardir-Israel-Kali-Ini-Pakai-Rudal-Sejjil.jpg)