Api di Jalan, Ketika Rakyat Bicara Parlemen Harus Bercermin
Demokrasi hanya dapat bertahan bila rakyat percaya bahwa pemimpinnya berpihak pada mereka, bukan pada kenyamanan kursi yang diduduki.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Transparansi anggaran, pengendalian gaya hidup pejabat, dan keterlibatan nyata masyarakat dalam perumusan kebijakan adalah kebutuhan mendesak, bukan pilihan.
Demokrasi hanya dapat bertahan bila rakyat percaya bahwa pemimpinnya berpihak pada mereka, bukan pada kenyamanan kursi yang diduduki.
Api yang membakar gedung dapat padam dengan air, tetapi api di hati rakyat hanya bisa dipadamkan dengan keadilan.
Cermin yang retak di parlemen menuntut pejabat negeri bercermin lebih jujur.
Apakah mereka hadir untuk rakyat, atau justru menjauh dari Rakyat.
Dalam suasana penuh luka ini, marilah kita tetap menjaga martabat perjuangan. Hak bersuara adalah hak konstitusional, namun ia datang bersama kewajiban untuk menjaga.
Izin mengutip dari @KompasTV “Kita punya hak bersuara, tapi kita juga punya kewajiban menjaga. Bergandeng tangan. Menolak provokasi. Fokus pada substansi. Jangan merusak, jangan menjarah. Waktunya jaga sesama. Mari #SalingJagaIndonesia #StopAnarki @mynameiskhus. (*)
Direktorat Business Placement Center ( BPC ) dan Alumni Universitas Amikom Yogyakarta, Kusnawi, S.Kom, M.Eng
| Ketua Komisi XI DPR RI Sebut Influencer TikTok Bikin Seolah Dunia Mau Runtuh: Jangan Percaya |
|
|---|
| Ketua Komisi XI DPR RI Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat di Tengah Melemahnya Rupiah |
|
|---|
| Ketua Komisi XI DPR RI Ungkap Fungsi LPS dalam Menjaga Kepercayaan Publik |
|
|---|
| Forum BEM se-DIY Suarakan Reformasi Jilid Dua, Suarakan 12 Tuntutan kepada Rezim Prabowo-Gibran |
|
|---|
| Tekan Stunting di Magelang, Ditarget Angka Turun dari 18 Persen Jadi 15 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kusnawi-SKom-MEng-3182025.jpg)