Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei Disambut Berbeda oleh Warga Iran

Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei memicu dua tanggapan yang berbeda di Iran. Ada perayaan di beberapa sisi kota, dan ada warga yang berduka

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/IRNA
DISAMBUT BERBEDA - Ayatollah Ali Khamenei. Kabar meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei memicu dua tanggapan yang berbeda di Iran. Ada perayaan di beberapa sisi kota, sementara di tempat yang lain warganya berduka di jalanan. 

Ringkasan Berita:
  • Berita meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei memicu dua tanggapan yang berbeda di Iran.
  • Satu sisi ada perayaan di beberapa kota, sementara di tempat yang lain warganya berduka di jalanan.
  • Sebelumnya, stasiun televisi pemerintah Iran mengkonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei, Minggu.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Kabar meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei memicu dua tanggapan yang berbeda di Iran.

Ada perayaan di beberapa sisi kota, sementara di tempat yang lain warganya berduka di jalanan.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengkonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei, Minggu.

"Pemimpin dan Imam umat Islam, Yang Mulia Ayatollah Seyyed Ali Hosseini Khamenei, dalam perjuangan menjunjung tinggi keagungan tempat suci Republik Islam Iran, telah menelan air syahid yang manis dan suci dan bergabung dengan Kerajaan Surgawi Tertinggi," menurut terjemahan Reuters via BBC News.

Dalam pernyataan, seorang presenter televisi pemerintah yang mengumumkan kematian Khamenei mengatakan bahwa Iran akan memasuki masa berkabung selama 40 hari.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas di kantornya pada Sabtu dalam serangan udara AS-Israel, menurut media pemerintah.

Lebih dari 200 orang tewas di seluruh Iran, menurut Bulan Sabit Merah. 

Setidaknya 108 orang tewas ketika serangan AS dan Israel menghantam sebuah sekolah perempuan, klaim Iran.

Sumber-sumber mengatakan kepada BBC dan CBS, bahwa sekitar 40 pejabat Iran telah tewas dalam, serangan Sabtu malam. 

Israel mengatakan telah membunuh beberapa pejabat tinggi, termasuk kepala Korps Garda Revolusi Islam, yang telah bersumpah untuk melancarkan operasi ofensif paling dahsyat terhadap pangkalan AS dan Israel.

Ini adalah momen penting dalam sejarah Iran yang penuh gejolak, tetapi para ulama dan komandan paling berpengaruhnya telah mempersiapkan balasan.

Serangan balasan Iran sebelumnya dilaporkan terjadi di Dubai, Doha, Bahrain, dan Kuwait, di mana tempat-tempat itu memiliki pangkalan militer AS, atau yang bersekutu dengan AS.

Disambut duka cita dan suka cita

Sebagian warga Iran merayakan kabar bahwa Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel.

BBC Persian telah memverifikasi video-video yang menunjukkan orang-orang merayakan di beberapa kota tadi malam.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved