Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei Disambut Berbeda oleh Warga Iran

Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei memicu dua tanggapan yang berbeda di Iran. Ada perayaan di beberapa sisi kota, dan ada warga yang berduka

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/IRNA
DISAMBUT BERBEDA - Ayatollah Ali Khamenei. Kabar meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei memicu dua tanggapan yang berbeda di Iran. Ada perayaan di beberapa sisi kota, sementara di tempat yang lain warganya berduka di jalanan. 

Pagi ini, sebagian besar kegiatan di jalanan tampaknya merupakan acara pro-pemerintah untuk berduka atas kematian pemimpin tertinggi, meskipun masih pagi di Iran dan hal itu mungkin berubah nanti siang, menurut BBC Persia.

Rekaman di jalanan Isfahan di Iran tengah menunjukkan orang-orang bersorak dan membunyikan klakson mobil mereka dengan gembira.

Video lain menunjukkan orang-orang berkumpul di sekitar api unggun sementara kembang api menerangi langit malam. 

Beberapa keluarga dari para demonstran yang tewas juga merayakan di jalanan dan di rumah-rumah mereka.

Sebuah laporan dari kantor berita Reuters menyebutkan bahwa perayaan juga telah berlangsung di Karaj, sebuah kota dekat Teheran.

Di Teheran, gambar dari kantor berita menunjukkan orang-orang di jalanan berduka, beberapa di antaranya memegang foto Khamenei.

Tanggapan Reza Pahlavi 

Sementara itu, Reza Pahlavi, putra penguasa terakhir Iran yang diasingkan, mengeluarkan pernyataan sebelumnya yang menyambut tewasnya Ayatollah Ali Khamenei.

Pertama, ia berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas pernyataannya kepada rakyat Iran bahwa saat kebebasan sudah dekat.

Ia menulis bahwa selama hampir setengah abad, Republik Islam telah merusak kedaulatan negara-negara tetangga, memicu konflik di seluruh dunia, dan mengejar senjata nuklir serta rudal jarak jauh untuk mengirimkannya.

Dia mengatakan bahwa kejahatan paling keji Iran dilakukan di dalam negeri, termasuk ribuan demonstran yang tewas selama penindakan terhadap para demonstran pada bulan Januari.

Pahlavi mengatakan bahwa jalan ke depan bagi negara itu harus melibatkan konstitusi baru yang dirancang dan diratifikasi melalui referendum, diikuti oleh pemilihan umum yang bebas dengan pengawasan internasional.

"Sejarah jarang mengumumkan titik baliknya terlebih dahulu. Tetapi ada saat-saat ketika keberanian, kepemimpinan, dan solidaritas dapat mengubah arah suatu bangsa," tulisnya.

Tanggapan utusan Iran untuk PBB

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir-Saeid Iravani, memegang selembar kertas yang dibacanya di depan mikrofon pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Amir Saeid Iravani, duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan bahwa ratusan orang telah tewas atau terluka dalam agresi tanpa provokasi dan direncanakan terhadap Iran yang dilakukan oleh AS dan Israel.

Berbicara di pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, ia mengatakan bahwa itu termasuk lebih dari 100 anak yang tewas dalam ledakan di sebuah sekolah di Minab, Iran selatan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved