Iran Siap Perang Jika Diintervensi Amerika Serikat
Pernyataan tegas muncul dari pejabat Iran tentang politik luar negeri mereka.
Mata uang rial terus menurun sejak tiga minggu terakhir.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya buka suara terkait aksi protes yang melanda negaranya.
Dalam wawancara dengan media nasional yang terkait pemerintah, Pezeshkian menyebut bahwa aksi kekerasan di Iran dilakukan oleh oknum-oknum yang memiliki kaitan dengan kekuatan asing.
Ia menuding pihak-pihak tersebut membunuh warga sipil, membakar tempat ibadah, dan merusak fasilitas publik.
“Musuh-musuh Iran sedang mencoba menabur kekacauan dan ketidaktertiban dengan memerintahkan kerusuhan,” ujar Pezeshkian.
Namun, ia juga menegaskan bahwa pemerintah siap mendengarkan suara rakyat dan berkomitmen menyelesaikan persoalan ekonomi yang menjadi pemicu keresahan.
Pezeshkian menyerukan agar masyarakat menjauh dari kelompok perusuh dan teroris, yang dianggapnya berusaha menghancurkan struktur masyarakat Iran.
| Pakar HI UMY Soroti Diplomasi Ganda Indonesia, Berisiko Turunkan Tingkat Kepercayaan |
|
|---|
| IRGC : Kami Punya Senjata Rahasia yang Tak Terbayangkan oleh AS dan Israel |
|
|---|
| Trump Ngebet Damai dengan Iran, Mau Gelar Perundingan Kedua |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Ketegangan AS-Iran Memuncak, Blokade Selat Hormuz Ancam Jalur Perdagangan Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Menteri-Luar-Negeri-Iran-Abbas-Araghchi.jpg)