Iran Siap Perang Jika Diintervensi Amerika Serikat

Pernyataan tegas muncul dari pejabat Iran tentang politik luar negeri mereka.

|
Editor: Joko Widiyarso
DOK. ncr-iran.org
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi 

Mata uang rial terus menurun sejak tiga minggu terakhir.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya buka suara terkait aksi protes yang melanda negaranya.

Dalam wawancara dengan media nasional yang terkait pemerintah, Pezeshkian menyebut bahwa aksi kekerasan di Iran dilakukan oleh oknum-oknum yang memiliki kaitan dengan kekuatan asing.

Ia menuding pihak-pihak tersebut membunuh warga sipil, membakar tempat ibadah, dan merusak fasilitas publik. 

“Musuh-musuh Iran sedang mencoba menabur kekacauan dan ketidaktertiban dengan memerintahkan kerusuhan,” ujar Pezeshkian.

Namun, ia juga menegaskan bahwa pemerintah siap mendengarkan suara rakyat dan berkomitmen menyelesaikan persoalan ekonomi yang menjadi pemicu keresahan.

Pezeshkian menyerukan agar masyarakat menjauh dari kelompok perusuh dan teroris, yang dianggapnya berusaha menghancurkan struktur masyarakat Iran.

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved