Iran Siap Perang Jika Diintervensi Amerika Serikat
Pernyataan tegas muncul dari pejabat Iran tentang politik luar negeri mereka.
Seperti diketahui, aksi protes selama lebih dari dua minggu ini awalnya dipicu oleh keluhan atas kondisi ekonomi Iran.
Namun, demo itu telah berubah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi sistem teokrasi yang telah memerintah Iran sejak revolusi Islam 1979.
Sebagai tanda parahnya krisis ini, pihak berwenang telah memberlakukan pemadaman internet yang kini telah berlangsung lebih dari tiga hari.
Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia mengatakan, mereka telah mengkonfirmasi kematian setidaknya 192 demonstran, tetapi jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.
"Laporan yang belum diverifikasi menunjukkan bahwa setidaknya beberapa ratus, dan menurut beberapa sumber, lebih dari 2.000 orang mungkin telah tewas," kata IHR.
IHR memperkirakan, lebih dari 2.600 demonstran telah ditangkap.
Sementara, kelompok oposisi Mujahidin Rakyat (MEK) yang dilarang di Iran menuturkan, menurut sumber mereka di dalam negeri, lebih dari 3.000 orang telah tewas.
Media pemerintah Iran mengatakan, puluhan anggota pasukan keamanan telah tewas dan pemakaman mereka berubah menjadi demonstrasi besar-besaran pro-pemerintah.
Media pemerintah berupaya keras untuk menampilkan gambaran kembalinya ketenangan, menyiarkan gambar lalu lintas yang lancar.
Gubernur Teheran Mohammad-Sadegh Motamedian bersikeras dalam komentar yang disiarkan televisi bahwa jumlah demonstrasi menurun. Pemerintah telah menyatakan tiga hari berkabung nasional untuk para korban kerusuhan.
Akibat peluru tajam
Menurut Sky News, sebagian besar korban meninggal akibat tembakan peluru tajam dan peluru karet dari jarak dekat.
Pemerintah Iran sendiri sudah mematikan jaringan komunikasi di 31 provinsi.
Sementara berdasarkan tayangan televisi, puluhan kantong jenazah berada di kantor koroner.
Kemudian kerumunan orang berkumpul di luar Pusat Medis Forensik Kahrizak, menunggu untuk mengidentifikasi anggota keluarga mereka yang tewas.
Pemicu aksi protes
Aksi protes besar-besaran di Iran ini bermula dari melemahnya nilai mata uang rial.
| Pakar HI UMY Soroti Diplomasi Ganda Indonesia, Berisiko Turunkan Tingkat Kepercayaan |
|
|---|
| IRGC : Kami Punya Senjata Rahasia yang Tak Terbayangkan oleh AS dan Israel |
|
|---|
| Trump Ngebet Damai dengan Iran, Mau Gelar Perundingan Kedua |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Ketegangan AS-Iran Memuncak, Blokade Selat Hormuz Ancam Jalur Perdagangan Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Menteri-Luar-Negeri-Iran-Abbas-Araghchi.jpg)