Cegah Perang, Netanyahu Minta Putin Sampaikan Pesan Penenang ke Iran
Pesan itu disebut dibuat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang intinya bahwa Israel tidak berencana melancarkan serangan ke Iran
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Israel mengirim pesan penenang kepada Iran melalui Rusia, dengan Netanyahu meminta Putin menyampaikan bahwa Israel tidak berniat menyerang agar perang dapat dihindari.
- Israel khawatir Iran melancarkan serangan pendahuluan akibat salah perhitungan, meski Netanyahu juga menegaskan setiap serangan Iran akan dibalas keras.
- Ketegangan meningkat di tengah spekulasi serangan dan rekam jejak konflik Israel-Iran pada Juni 2025 yang sempat melibatkan serangan AS ke fasilitas nuklir Iran.
TRIBUNJOGJA.COM, TEL AVIV - Israel mencari cara supaya Iran tidak melakukan penyerangan ke wilayahnya.
Upaya itu dilakukan dengan mengirimkan pesan kepada Iran melalui perantara Moscow.
Pesan itu disebut dibuat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang intinya bahwa Israel tidak berencana melancarkan serangan sehingga tidak tercipta perang.
Netanyahu disebut meminta bantuan secara langsung kepada Putin.
Informasi ini disampaikan oleh media publik Israel, KAN, pada Senin (5/1/2026).
Dalam pemberitaannya, KAN melaporkan bahwa Netanyahu meminta Putin menyampaikan pesan penenang kepada Iran terkait niat Israel.
Pesan tersebut lantas disampaikan kepada pihak Iran dalam beberapa waktu terakhir, termasuk melalui komunikasi telepon antara Netanyahu dan Putin.
Israel sendiri khawatir bahwa Iran bisa melancarkan serangan pendahuluan sebagai upaya pencegahan serangan dari Israel.
KAN juga melaporkan bahwa Putin pada Oktober 2025 telah menyatakan dirinya diminta menyampaikan pesan kepada Iran bahwa Israel tidak tertarik pada eskalasi.
Meski demikian, Netanyahu menyampaikan pernyataan berbeda dalam pidatonya di parlemen Israel, Knesset, pada Senin, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
Netanyahu mengatakan, Israel telah mengirimkan pesan tegas kepada Iran bahwa setiap serangan terhadap Israel akan dibalas dengan konsekuensi yang sangat berat.
Baca juga: Berlaku Januari 2026, Ini Besaran Tunjangan Hakim
KAN menyebutkan, terdapat kekhawatiran di internal Israel bahwa kesalahan perhitungan dari pihak Iran dapat memicu serangan, yang didorong oleh ketakutan akan serangan Israel yang dianggap segera terjadi.
Dalam beberapa pekan terakhir, para pemimpin politik dan keamanan Israel dilaporkan menggelar sejumlah diskusi terkait berbagai isu keamanan, termasuk perkembangan terkait Iran.
Spekulasi mengenai potensi serangan Israel terhadap Iran juga meningkat di media Israel, seiring laporan tentang apa yang disebut sebagai upaya Teheran membangun kembali program rudal balistiknya.
| Syarat Teheran untuk Washington: Hentikan Blokade Laut Jika Ingin Dialog Damai Berlanjut |
|
|---|
| Dua Kapal Asing Disita, Militer Iran: Jangan Coba-coba Ganggu Keamanan Selat Hormuz |
|
|---|
| Moralitas dan Keadilan dalam Perang |
|
|---|
| Trump Berubah Pikiran: Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang di Menit Terakhir |
|
|---|
| IRGC : Kami Punya Senjata Rahasia yang Tak Terbayangkan oleh AS dan Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perang-Iran-Israel-Inilah-Target-Serangan-Israel-ke-Teheran.jpg)