Mengenal Sesar Aktif di Bogor dan Cara Masyarakat Bisa Lebih Siaga

Peringatan itu bukan sekadar teori. Guncangan pada 10 April 2025 lalu menjadi bukti nyata bahwa wilayah Bogor tidak lepas dari ancaman bencana.

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
pixabay
Mengenal Sesar Aktif di Bogor dan Cara Masyarakat Bisa Lebih Siaga 

Waspada Tanpa Panik

Aktivitas sesar bukan berarti langsung berbahaya, namun masyarakat perlu siap dengan langkah mitigasi. Di antaranya:

  • Mengenali lokasi tempat tinggal, apakah dekat jalur sesar
  • Memahami zona aman dan jalur evakuasi
  • Mendukung tata ruang ramah bencana
  • Memantau informasi resmi, seperti akun Instagram @badan.geologi

Sebaliknya, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada kabar hoaks terkait ramalan gempa besar tanpa konfirmasi dari lembaga resmi.

Daftar Sesar Aktif Lain di Jawa Barat

Sesar Citarik bukan satu-satunya sumber potensi gempa di Jawa Barat. Provinsi ini memiliki sejumlah sesar aktif lain yang juga patut diwaspadai:

1. Sesar Garsela (Garut Selatan)


Membentang sepanjang 42 km dari selatan Garut hingga selatan Bandung, Sesar Garsela terbagi dalam dua segmen utama Rakutai (19 km) dan Kencana (17 km dengan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan sejak tercatat oleh BMKG pada 2008.

2. Sesar Cimandiri


Sesar ini membujur sekitar 100 km dari Teluk Pelabuhanratu hingga Padalarang. 

Dikenal sebagai sesar tua, Cimandiri menjadi pemicu gempa Cianjur pada 21 November 2022 yang menyebabkan lebih dari 600 korban jiwa dan puluhan ribu luka-luka.

3. Sesar Lembang


Terletak di utara Kota Bandung, sesar ini memiliki panjang 30 km dan merupakan perpanjangan dari ujung utara Sesar Cimandiri. BMKG telah memantau aktivitasnya sejak tahun 1963.

4. Sesar Baribis


Membentang dari Purwakarta hingga perbukitan Baribis di Majalengka, sesar ini memiliki tipe naik. Dalam sejarah, Baribis pernah memicu gempa besar yang merusak Jakarta pada 1780 dan mengguncang Majalengka pada 1990.

5. Sesar Cipamingkis


Berada di bagian timur Sukabumi, sesar ini dinyatakan aktif dalam studi BMKG tahun 2022. Pada 2018, sesar ini menjadi sumber puluhan gempa kecil.

6. Sesar Cileunyi–Tanjungsari


Sesar ini membentang dari Desa Tanjungsari di Sumedang menuju timur laut hingga lembah Sungai Cipeles.

Dengan laju geser mencapai 0,48 mm per tahun, sesar ini menjadi penyebab gempa di Sumedang pada 31 Desember 2023 dengan magnitudo M4,8.

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved