Mengenal Sesar Aktif di Bogor dan Cara Masyarakat Bisa Lebih Siaga
Peringatan itu bukan sekadar teori. Guncangan pada 10 April 2025 lalu menjadi bukti nyata bahwa wilayah Bogor tidak lepas dari ancaman bencana.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Selain itu, BIG juga akan memantau pergerakan sesar menggunakan teknologi geodetik. Monitoring ini dianggap krusial untuk membaca dinamika patahan dari waktu ke waktu dan memberi peringatan dini kepada masyarakat.
“Data ini akan sangat bermanfaat untuk perencanaan kota yang lebih aman. Kami ingin mendorong kewaspadaan sekaligus kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang,” tegas Eka.
Mengenal Sesar Citarik
Dilansir dari laman Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Sesar Citarik dikenal melalui kelurusan aliran Sungai Citarik.
Mengambil nama dari aliran Sungai Citarik, sesar ini telah aktif sejak zaman Miosen Tengah, sekitar 15 juta tahun yang lalu.
Jalurnya membentang dari pantai tenggara Teluk Palabuhanratu, melewati Gunung Salak, Bogor, hingga Bekasi.
Patahan ini terbentuk sejak zaman Miosen Tengah (sekitar 15 juta tahun lalu) dan masih aktif hingga kini.
Awalnya bergerak kombinasi mendatar dan vertikal, lalu sejak 2,5 juta tahun terakhir berkembang menjadi sesar mendatar mengiri.
Struktur ini dibagi menjadi tiga segmen utama-selatan, tengah, dan utara masing-masing dengan karakteristik seismik yang berbeda.
Gunung Salak, yang merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Barat, berada di segmen tengah dari sesar ini.
Sesar Citarik juga tercatat pernah memicu gempa di Kalapanunggal, Sukabumi pada 10 Maret 2020 dengan kekuatan M5,0.
Penelitian Sidarto dalam Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral (2008) juga menegaskan dinamika pergerakan sesar ini.
Potensi Gempa di Jalur Padat
Sesar Citarik melewati kawasan strategis seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, hingga Palabuhanratu. Karena masih aktif, patahan ini berpotensi memicu gempa bumi.
Beberapa aktivitas seismik tercatat:
- Gempa di Cidahu (Palabuhanratu)
- Gempa Bogor pada 10 April 2025
Meski berkekuatan kecil, peristiwa ini menandakan aktivitas sesar masih berlangsung.
Sesar Citarik
apa itu Sesar Citarik
gempa bumi
Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Bogor
Jawa Barat
Sesar
Tribunjogja.com
Meaningful
Multiangle
| PSIM Yogyakarta Tak Bisa Turunkan Skuat Terbaik saat Hadapi Bhayangkara FC |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Kisah Warga Badran Yogyakarta Angkat Mata Air Winongo ke Permukiman: Tak Lagi Susah Air Bersih |
|
|---|
| PSS Sleman U19 Perbaiki Kekurangan Sebelum Hadapi Persiraja |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta: Penonton di Laga Kandang Sepi, Pemasukan Klub Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-gempa-bumi-arti-gempa-siang-harimalam-hari.jpg)