Ketika Kritik Penanganan Bencana Sumatera Berujung Teror

Sejumlah pihak yang gencar mengkritisi penanganan bencana Sumatera mendapatkan teror misterius dari orang yang tak bertanggung jawab

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ho/Campus League)/Greenpeace
TEROR BANGKAI AYAM - Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik, mendapat teror bangkai ayam yang dilempar ke rumahnya, Selasa (30/12/2025). Teror ini diduga diterima Iqbal sebab ia vokal menyuarakan banjir di Sumatra dan mengkritik respons pemerintah dalam menangani bencana tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah pihak yang vokal mengkritik penanganan banjir Sumatra mendapat teror, berupa coretan cat, telur busuk, bangkai ayam, dan pesan ancaman.
  • Teror dialami influencer Sherly Annavita dan aktivis Greenpeace Iqbal Damanik, diduga terkait sikap kritis mereka soal penanganan bencana.
  • Greenpeace menilai teror ini sebagai upaya pembungkaman kritik publik dan menegaskan suara masyarakat soal banjir adalah bentuk kepedulian, bukan ancaman.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah pihak yang gencar mengkritisi penanganan bencana Sumatera mendapatkan teror misterius dari orang yang tak bertanggung jawab.

Teror itu berupa kiriman bangkai ayam, telur busuk hingga aksi perusakan kendaraan dengan cara dicoret menggunakan cat sempat.

Teror terhadap pihak yang mengkritisi penanganan bencana Sumatera ini di antaranya dialami oleh influencer Sherly Annavita dan aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik.

Sherly Annavita selama ini memang gencar menyuarakan situasi banjir di Sumatra melalui media sosial.

Namun sikap kritisnya itu malah berujung teror terhadapnya.

Mobil miliknya yang diparkir di luar rumah tiba-tiba dicoret oleh orang tak bertanggung jawab dengan cat semprot.

Teror tak berhenti di situ saja, oknum yang tidak dikenal juga melemparkan kantong plastik berisi telur busuk.

Di dalam bungkusan itu, ada gulungan kertas berisikan pesan bernada ancaman.

Pesan itu berisi permintaan agar Sherly tak menjadikan banjir Sumatra sebagai konten di media sosial.

Sherly juga menerima pesan ancaman lewat WhatsApp maupun media sosialnya.

Teror yang diterima Sherly itu ia unggah di media sosial dengan menge-tag akun Instagram Presiden Prabowo Subianto.

Sherly berharap ancaman dan upaya pembungkaman yang terjadi pada dirinya, tak lagi dilanjutkan.

Sebab, menurutnya, hal tersebut justru bisa merugikan warga negara sampai bangsa Indonesia.

"DM Instagram dan nomor pribadi juga sudah berhari-hari tidak luput dari makian dan ancaman."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved