Danantara Tak Setengah-setengah Sembuhkan Garuda, Tunjuk Dua WNA Berpengalaman jadi Direktur
Dua warga negara asing (WNA) ditunjuk menjadi direktur perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Dua warga negara asing (WNA) ditunjuk menjadi direktur perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Keduanya yakni mantan bos Green Africa Airways, Neil Raymond Mills, yang ditunjuk sebagai Direktur Transformasi Garuda Indonesia, dan petinggi Singapore Airlines, Balagopal Kunduvara, yang ditunjuk sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional dan flag carrier Republik Indonesia yang berdiri pada 26 Januari 1949.
Berkantor pusat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, maskapai ini melayani penerbangan domestik dan internasional ke berbagai kota di Asia, Australia, Timur Tengah, dan Eropa.
Garuda juga memiliki anak perusahaan bernama Citilink yang berfokus pada penerbangan berbiaya rendah.
Sebagai simbol kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia dikenal melalui konsep layanan Garuda Indonesia Experience”, yang menonjolkan keramahtamahan dan budaya khas Indonesia.
Mayoritas saham Garuda Indonesia dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, meski perusahaan ini juga tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham GIAA.
Baca juga: Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Salemba, Artis Ammar Zoni Akhirnya Dipindahkan ke Nusakambangan
Sepanjang perjalanannya, Garuda telah menjadi representasi citra profesionalisme dan keramahan Indonesia di dunia penerbangan internasional.
Penunjukan dua WNA ke dalam jajaran direksi Garuda Indonesia ini dibenarkan oleh CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Langkah tersebut diambil lantaran kondisi perusahaan yang tidak kunjung sehat, meski sudah disuntik modal oleh negara berkali-kali.
"Kalau dilihat, di dalam tim itu memang ada pergantian dirut, tapi ada juga dua orang ekspatriat yang masuk di dalam manajemen. Di mana itu juga dengan latar belakang dari Singapore Airlines, dari Qantas, dan yang lainnya untuk posisi CFO dan juga sebagai Chief of Transformation Officer," kata Rosan di Hotel St Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025) dikutip dari Kompas.com.
"Ya, ini kan sebetulnya penyehatan Garuda, kan dari dulu kan coba disehatkan segala macam berkali-kali, ya kan, sudah di-inject modalnya. Dulu saya bicara, tapi kan tidak mencapai hasil maksimal," ujar Rosan.
Menurut Rosan, Danantara berusaha semaksimal mungkin untuk secepatnya menyembuhkan Garuda Indonesia.
Untuk itu, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan manajemen yang ada di dalamnya.
"Yang paling penting adalah yang mempunyai goals, rencana yang baik, tapi juga dari segi implementasinya bisa dijalankan dengan segera," ucap dia.
Danantara
Garuda Indonesia
Direksi Garuda Indonesia
Neil Raymond Mills
Balagopal Kunduvara
Meaningful
| Atasi Ketimpangan Struktural, Pemda DIY Akselerasi Investasi Berkelanjutan di Kawasan Selatan |
|
|---|
| Dugaan Pencemaran Limbah MBG di Bantul, Hasil Penelusuran: IPAL SPPG Mangiran Belum Penuhi Syarat |
|
|---|
| GKR Mangkubumi Serahkan Serat Palilah di Bantul, Harap Warga Tertib Administrasi |
|
|---|
| PSS Sleman Selangkah Lagi Susul PSIM Yogyakarta ke Liga 1, Sri Sultan HB X Sambut Gembira |
|
|---|
| Satgas PASTI Setop Kegiatan PT Malahayati yang Catut Logo OJK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penjelasan-Garuda-Indonesia-Soal-Insiden-Ban-Depan-Pesawat-yang-Copot-Saat-Mendarat-di-Tanjungpinang.jpg)