Ada Apa Presiden Prabowo Panggil Kepala BIN?

Pascaaksi unjukrasa di sejumlah daerah yang berakhir dengan kericuhan, Presiden Prabowo memanggil Kepala Badan Intelijen Negara ke Istana Negara

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Rahel
DIPANGGIL PRESIDEN : Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (4/9/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pascaaksi unjukrasa di sejumlah daerah yang berakhir dengan kericuhan, Presiden Prabowo memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ke Istana Negara.

Presiden memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra pada Kamis (4/9/2025) siang.

Badan Intelijen Negara (BIN) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Indonesia, bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen di dalam dan luar negeri untuk mencegah, menangkal, dan menanggulangi ancaman terhadap keamanan nasional.

Fungsi utamanya adalah melakukan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan intelijen, serta menyajikan informasi intelijen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga keamanan nasional. 

Setelah tiba di komplek Istana Negara sekitar pukul 13.00 WIB, Herindra menyebut dirinya dipanggil oleh Presiden Prabowo.

Purnawirawan TNI berpangkat bintang tiga tersebut mengaku akan menyampaikan informasi penting kepada Presiden Prabowo.

Hanya saja dia tidak menyampaikan informasi penting apa yang akan dilaporkan kepada presiden.

"Pokoknya saya akan menyampaikan informasi yang penting," ucap Herindra, di lokasi, Kamis.

Kepala BIN juga menegaskan kedatangannya ini karena dipanggil Prabowo.

"Ya, saya dipanggil presiden," ungkap dia.

Baca juga: Rentetan Perusakan Pos Polantas di DIY, JPW Desak Polisi Usut Tuntas

Selain kepala BIN, pada Kamis siang ini Presiden Prabowo juga memanggil Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto.

Aris tiba di Istana Negara sesaat sebelum Herindra datang.

Kepada wartawan, Aris mengaku dirinya dipanggil oleh Presiden Prabowo, namun tidak mengetahui agendanya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Presiden Prabowo menugaskan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memantau situasi unjuk rasa di sejumlah tempat yang berujung pada kericuhan. 

Sjafrie menyebutkan, Prabowo juga meminta BIN untuk segera melaporkan dinamika yang terjadi di lapangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved