Mengenal PC-98: Ekosistem Unik Software Jepang
Mulai dari software, game, hingga gaya visual yang masih terasa pengaruhnya sampai sekarang.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Salah satu ciri khas PC-98 adalah gaya grafisnya.
Dengan dukungan hardware seperti display controller yang mampu menampilkan ribuan warna.
Muncul gaya visual khas yang kini identik dengan game Jepang klasik.
Gaya ini kemudian menjadi fondasi bagi genre seperti visual novel dan game anime-style.
Bahkan hingga sekarang, banyak game indie modern yang masih terinspirasi dari estetika PC-98.
Ekosistem Tertutup yang Unik
Tidak seperti komputer global, PC-98 memiliki arsitektur yang unik dari IBM PC.
Hal ini membuat kompatibilitas menjadi terbatas.
Banyak software hanya bisa berjalan di PC-98, dan sebaliknya.
Bahkan sistem operasi dan hardware-nya dikembangkan secara khusus untuk platform ini.
Kondisi ini menciptakan ekosistem eksklusif dimana pasar komputer Jepang berjalan dengan standarnya sendiri.
Awal Kemunduran
Memasuki awal 1990-an, perusahaan-perusahaan Barat mulai menyesuaikan produknya agar kompatibel dengan pasar Jepang.
Sejak saat itu, dominasi PC-98 perlahan menurun.
Standarisasi global, terutama dengan hadirnya Windows dan PC kompatibel IBM, membuat ekosistem tertutup seperti PC-98 semakin sulit bersaing.
Produksi terakhir PC-98 sendiri berakhir sekitar tahun 2000.
Meski sudah punah secara komersial, PC-98 belum benar-benar hilang.
Hingga kini, masih ada komunitas yang aktif mengembangkan software baru maupun memainkan game lama melalui emulator seperti Neko Project II.
Pengaruhnya juga masih terasa dalam industri game modern, terutama pada gaya visual, musik, hingga pendekatan storytelling khas Jepang.
(MG Aufa Dyandra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pc98style.jpg)