Mengenal PC-98: Ekosistem Unik Software Jepang

Mulai dari software, game, hingga gaya visual yang masih terasa pengaruhnya sampai sekarang.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja
(sumber: aesthetics.fandom.com) 
Ringkasan Berita:
  • PC-98 dikembangkan oleh NEC karena komputer Barat seperti IBM PC belum mampu mendukung bahasa Jepang, terutama kanji.
 
  • Komputer ini kemudian mendominasi pasar Jepang dan digunakan di berbagai bidang, dari bisnis hingga hiburan. Ekosistemnya bersifat tertutup, dengan software dan game yang sebagian besar hanya tersedia di Jepang.
 
  • Salah satu ciri khas PC-98 adalah gaya visualnya yang unik, yang kemudian menjadi dasar bagi genre visual novel dan game bergaya anime.

 

TRIBUNJOGJA.COM – Jika selama ini kamu mengenal komputer klasik dari Barat seperti IBM PC (International Business Machines Personal Computer), tahukah kamu bahwa Jepang pernah memiliki dunia komputer sendiri yang berkembang secara terpisah?

Dunia tersebut dikenal sebagai  PC-98, sebuah seri komputer yang begitu dominan di Jepang hingga menciptakan ekosistem unik.

Mulai dari software, game, hingga gaya visual yang masih terasa pengaruhnya sampai sekarang.

Yuk, intip artikel ini untuk mengetahui lebih dalam tentang PC-98!

Komputer yang Lahir karena Kebutuhan Lokal

pc98
sumber: wikipedia.org

Pada era 1980-an, komputer seperti IBM PC memang berjaya di Barat.

Namun, sistem tersebut memiliki kelemahan besar.

Mereka tidak dirancang dengan baik untuk mendukung bahasa Jepang, terutama karakter kanji yang kompleks.

Kondisi ini membuat perusahaan Jepang, khususnya NEC (Nippon Electric Company), mengembangkan solusi sendiri melalui seri PC-9800 atau yang dikenal sebagai PC-98.

Komputer ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna Jepang, baik dari sisi bahasa maupun tampilan.

Sejak awal kemunculannya, PC-98 langsung mendominasi pasar domestik Jepang. 

Komputer ini awalnya digunakan untuk kebutuhan bisnis, tetapi kemudian meluas ke dunia pendidikan hingga hobi.

Bahkan, selama akhir 1980-an hingga awal 1990-an, PC-98 hampir tidak memiliki persaingan di Jepang. 

Hal ini menciptakan ekosistem tertutup, dimana sebagian besar software dan game dikembangkan khusus untuk platform tersebut.

Akibatnya, ribuan aplikasi dan game lahir, namun banyak di antaranya tidak pernah dirilis di luar Jepang.

Gaya Visual yang Ikonik

pc98style
(sumber: aesthetics.fandom.com)

Salah satu ciri khas PC-98 adalah gaya grafisnya.

Dengan dukungan hardware seperti display controller yang mampu menampilkan ribuan warna.

Muncul gaya visual khas yang kini identik dengan game Jepang klasik.

Gaya ini kemudian menjadi fondasi bagi genre seperti visual novel dan game anime-style.

Bahkan hingga sekarang, banyak game indie modern yang masih terinspirasi dari estetika PC-98.

Ekosistem Tertutup yang Unik

Tidak seperti komputer global, PC-98 memiliki arsitektur yang unik dari IBM PC.

Hal ini membuat kompatibilitas menjadi terbatas.

Banyak software hanya bisa berjalan di PC-98, dan sebaliknya.

Bahkan sistem operasi dan hardware-nya dikembangkan secara khusus untuk platform ini.

Kondisi ini menciptakan ekosistem eksklusif dimana pasar komputer Jepang berjalan dengan standarnya sendiri.

Awal Kemunduran

Memasuki awal 1990-an, perusahaan-perusahaan Barat mulai menyesuaikan produknya agar kompatibel dengan pasar Jepang.

Sejak saat itu, dominasi PC-98 perlahan menurun.

Standarisasi global, terutama dengan hadirnya Windows dan PC kompatibel IBM, membuat ekosistem tertutup seperti PC-98 semakin sulit bersaing.

Produksi terakhir PC-98 sendiri berakhir sekitar tahun 2000.

Meski sudah punah secara komersial, PC-98 belum benar-benar hilang. 

Hingga kini, masih ada komunitas yang aktif mengembangkan software baru maupun memainkan game lama melalui emulator seperti Neko Project II.

Pengaruhnya juga masih terasa dalam industri game modern, terutama pada gaya visual, musik, hingga pendekatan storytelling khas Jepang.

(MG Aufa Dyandra)
 
 
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved