Siapkan Program Khusus, Pemkab Gunungkidul Libatkan Masyarakat Jaga Kelestarian Alam dan Air
Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan berbagai program yang khusus dibuat untuk menjaga lingkungan khususnya pelestarian air di Gunungkidul.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
GUNUNGKIDUL, TRIBUN – Menyadari karakter bentang alamnya yang unik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menyiapkan program khusus dan pelibatan masyarakat untuk pelestarian sumber dayanya.
Diketahui, wilayah Bumi Handayani sebagian besarnya merupakan bentang alam karst yang memiliki karakter unik. Sehingga dibutuhkan program dan langkah khusus untuk pelestariannya.
Kepala DLH Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono ditemui akhir pekan lalu menyebut pihaknya menyiapkan berbagai program yang khusus dibuat untuk menjaga lingkungan khususnya pelestarian air di Gunungkidul.
Program yang akan melibatkan masyarakat secara langsung ini salah satunya bertujuan agar kuantitas dan kualitas airnya dapat dilestarikan dengan maksimal.
“Gunungkidul ini memiliki karakteristik bentang alam karst dimana karst itu sebagai fungsi hidrologi yang utama, disitu ada exocarst ada endocarst fungsi air," ungkapnya.
Menurut Hary, keberadaan air di kawasan karst itu berupa endocarst atau keberadaan air di bawah tanah dan exocars atau air yang berada di permukaan bumi.
Air di bawah permukaan berupa sungai bawah tanah yang melalui lorong-lorong batuan karst. Sedangkan air di atas permukaan bumi berupa sungai atau telaga.
"Keberadaan air dalam kawasan karst itu di perut bumi menjadi sungai bawah tanah melalui lorong sungai bawah tanah. Kemudian yang ada di permukaan bumi atau exocars dalam bentuk telaga dan sebagainya, nah ini harus kita upayakan menjaga keberadaannya,” imbuhnya.
Baca juga: Komitmen Wujudkan Energi Bersih dan Ramah Lingkungan, PT PGN Perluas Jaringan Gas Kota di DIY
Upaya yang harus dilakukan menjadi bagian dari konservasi air dengan kegiatan penghijauan dan reboisasi, kemudian juga secara sipil teknis seperti membuat bendungan, memelihara telaga, menjaga sumber air.
Terkait menjaga kualitas air, pihaknya mengajak dan melibatkan masyarakat untuk tidak mencemari air baik sungai maupun telaga dari kegiatan rumah tangga ataupun kegiatan industri.
“Berbagai upaya merawat air, pertama dengan memelihara dan menjaga keberadaan air dan sumber air itu. Kedua adalah menjaga dan memelihara kualitas air tersebut, dan ini harus kita lakukan bersama-sama,” paparnya.
Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, Pemkab Gunungkidul berupaya merumuskan langkah-langkah dan program yang terkait dengan kebijakan, dalam hal ini pelibatan masyarakat secara aktif dan nyata.
“Program terkait dengan pelibatan masyarakat misalnya Adhi Wiyata, kemudian program Kampung Iklim, juga ada pemerhati kali dan sebagainya. Ini bagian dari upaya kita bersama masyarakat untuk ikut berperan dan memelihara merawat alam dan lingkungan kita,” imbuh Hary.
Senada dengan Hary, pemerhati Lingkungan Komunitas Resan Gunungkidul, Edi Padmo menyebut pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya alam telah menyediakan air kepada manusia, sehingga masyarakat juga memiliki tuntutan untuk memelihara alam.
| Libur Lebaran, Petugas Pelayanan Sampah di Sleman Tetap Disiagakan |
|
|---|
| Volume Sampah di Bantul Diprediksi Naik 8 Persen saat Libur Lebaran, DLH Bantul Bentuk Tim Khusus |
|
|---|
| Waspada PM 2.5, Polusi Udara Mengintai Kota Yogyakarta di Tengah Ramai Wisatawan |
|
|---|
| Hasil Kajian DLH Kulon Progo Sebut Sungai Serang Alami Pencemaran Tingkat Tinggi |
|
|---|
| Pembangunan Pariwisata Tekan Karst Gunung Sewu, Sosiolog UGM Ingatkan Risiko Jangka Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Siapkan-Program-Khusus-Pemkab-Gunungkidul-Libatkan-Masyarakat-Jaga-Kelestarian-Alam-dan-Air.jpg)