Dr. Adhika Widyaparaga Tegaskan Hidrogen Bisa Jadi Kunci Transisi Energi Indonesia

Hidrogen semakin ramai dibicarakan sebagai salah satu sumber energi masa depan yang ramah lingkungan. 

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Foto Istimewa
HIDROGEN BERSIH: Dr. Adhika Widyaparaga dari UGM menegaskan bahwa hidrogen yang minim karbon adalah kunci penting untuk transisi energi dan pengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hidrogen semakin ramai dibicarakan sebagai salah satu sumber energi masa depan yang ramah lingkungan. 

Topik ini juga menjadi sorotan dalam podcast Jejak Hijau, di mana Dr. Eng. Ir. Adhika Widyaparaga, S.T., M. Biomed. E., Tenaga Ahli Konversi Energi & International Pusat Studi Energi (PSE) UGM, memberikan pandangannya mengenai peran besar hidrogen dalam transisi energi Indonesia.

Menurutnya, hidrogen dapat menjadi solusi penting dalam upaya pengurangan ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang masih banyak digunakan, terutama di daerah terpencil. 

“Dengan ada inisiatif dieselisasi, salah satu alternatif yang bisa jadi solusi untuk pengurangan PLTD itu adalah dengan hidrogen itu bisa dilakukan,” ujar Dr. Adhika Widyaparaga.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keunggulan utama hidrogen terletak pada sifatnya yang ramah lingkungan. 

“Daya tarik hidrogen sendiri itukan karena dia clean ya, dia bersih, dia tidak ada karbonnya dan ketika kemudian kita menggunakan hidrogen itu fleksibel ya, hidrogen bisa digunakan sumber untuk listrik, bisa digunakan untuk bahan baku industri, industri pupuk,” jelasnya.

Dr. Adhika juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan riset hidrogen di Indonesia. Menurutnya, penelitian telah dilakukan sejak lama di berbagai lembaga, baik di kampus maupun lembaga riset nasional. 

Baca juga: RAHASIA! Pertanian Terpadu SITTI UGM Untung 73 Persen, Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan di DIY

“Kami cukup optimis ya. Risetnya udah jalan. Sudah jalan cukup lama, jadi di UGM sendiri sudah berjalan, di BRIN juga sudah lama berjalan tentang hidrogen,” tambahnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan hidrogen tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Ini mungkin membutuhkan keterlibatan semua pihak. Jadi pemerintah sendiri sebagai regulator gitu ya, dan butuh masyarakat ya masyarakat sebagai salah satu penggunanya, industri sebagai produsen pengguna,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menilai bahwa kolaborasi yang solid antara pemerintah, industri, dan masyarakat akan memastikan lahirnya ekosistem hidrogen yang berkelanjutan. 

“Keterlibatan semua orang ini tentu menjamin keberlangsungan munculnya ekosisten hidrogen yang terus berjalan dan pada akhirnya memunculkan dekarbonisasi menuju net zero emission 2060 itu,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved