Dukung Program Composting, Pemkot Yogya Terima 50 Unit Gerobak Khusus Rumput dari PGN
Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menata estetika kota dan pengelolaan lingkungan mendapat dukungan dari PT Pertamina Gas Negara Tbk.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- PGN menyalurkan bantuan 50 unit gerobak melalui program "Jejak Hijau Mas Jos" kepada Pemkot Yogyakarta untuk mendukung estetika kota dan prinsip ESG.
- Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan gerobak ini khusus untuk pembersihan rumput liar, bukan sampah, guna mewujudkan kota yang rapi dan asri.
- Sebanyak 24 unit diprioritaskan untuk pariwisata Kotagede, sementara sisanya dibagi ke 13 kemantren untuk diintegrasikan dengan program composting mandiri.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dalam menata estetika kota dan pengelolaan lingkungan mendapat dukungan dari PT Pertamina Gas Negara (PGN) Tbk.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Jejak Hijau Mas Jos", PGN menyalurkan bantuan perangkat gerobak sebanyak 50 unit.
Penyerahan bantuan secara simbolos yang difasilitasi oleh Tribun Jogja tersebut, dilaksanakan di Plaza Balai Kota Yogyakarta, pada Selasa (3/3/2026) siang.
Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen PGN dalam menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Pelajar.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang menerima langsung bantuan gerobak, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara PGN dan Tribun Jogja.
Ia menegaskan, bantuan 50 unit gerobak ini memiliki spesifikasi tugas khusus, untuk difokuskan pada pembersihan rumput liar di kawasan perkotaan.
"Saya ingin menspesifikasikan, 50 gerobak ini khusus untuk rumput, bukan untuk sampah. Harapannya, Kota Yogyakarta ini bisa benar-benar bersih dari rumput liar," tandasnya.
Hasto merinci, distribusi gerobak bakal diprioritaskan untuk mendukung sektor pariwisata, di mana sebanyak 24 unit diarahkan menuju Kemantren Kotagede.
Hal tersebut, sejalan dengan program quick win Dinas Pariwisata yang ingin menjadikan Kotagede sebagai destinasi wisata unggulan yang rapi dan asri.
"Dengan dukungan 24 gerobak dari PGN ini, kita berani mendeklarasikan bahwa Kotagede tanpa rumput, tanpa rumput liar," terang Wali Kota.
Baca juga: Dukungan Kunci Program MBG, PGN Sabet National Priority Support Award Berkat Pasokan Energi Bersih
"Jadi makanya ditargetkanlah, saya nderek ini, kapan mau dideklarasikan. Tapi, tentunya, betul-betul kita harus membersihkan rumput dulu," tambahnya.
Sementara itu, 26 unit gerobak sisanya akan didistribusikan secara merata ke 13 kemantren lainnya di Kota Yogyakarta, yang masing-masing akan menerima dua unit.
Bukan sekadar alat angkut, Hasto juga mewajibkan setiap Mantri Pamong Praja untuk mengintegrasikan bantuan ini dengan program composting.
Rumput-rumput liar yang telah dicabut dan diangkut menggunakan gerobak tersebut, nantinya harus diolah menjadi kompos di wilayah masing-masing.
| Hangat dan Akrab, Jajaran Redaksi dan Manajemen Radar Jogja Sambangi Kantor Tribun Jogja |
|
|---|
| Plafonisasi BBM Kendaraan Dinas Pemkot Yogyakarta Diklaim Bisa Menghemat Anggaran Rp4 Miliar Setahun |
|
|---|
| Layanan Publik Tetap Normal Meski Ada WFH, Hasto Wardoyo Apresiasi ASN Pemkot Yogyakarta |
|
|---|
| Akhir Cerita Street Coffee Viral Jembatan Kewek Yogyakarta: Dirazia Satpol PP, Disentil Sekda DIY |
|
|---|
| 7 Pejabat Internal Pemkot Lulus Seleksi Administrasi Calon Sekda Kota Yogyakarta, Ini Daftarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dukung-Program-Composting-Pemkot-Yogya-Terima-50-Unit-Gerobak-Khusus-Rumput-dari-PGN.jpg)