Keraton Solo Bakal Gelar Dua Grebeg Besar Berbeda Hari, Kenapa?

Polemik dualisme di Keraton Kasunanan Surakarta hingga saat ini masih belum selesai.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Labib Zamani
Keraton Surakarta Hadiningrat 

"Gusti Tedjowulan memberikan arahan agar Grebeg Besar Idul Adha berjalan lancar, aman nyaman, dan damai, jangan lagi menonjolkan ego personal maupun kelompok. Keluarga Besar Keraton Surakarta harus bersatu. Tidak boleh ada gesekan dari mana pun. Jangan mengadakan Grebeg Besar Idul Adha sendiri-sendiri," kata Pakoenegoro.

Di sisi lain, Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, mempertanyakan dasar pelaksanaan grebeg oleh pihak Tedjowulan. 

Menurut dia, seluruh upacara adat keraton semestinya dilakukan berdasarkan dawuh dalem atau perintah raja.

"Acara grebeg, gunungan, suro adalah acara keraton yang itu adalah perintah raja dawuh dalem. Dawuh dalem itu dari raja. Makanya saya bingung Gusti Tedjo bikin itu terus rajanya siapa. Kan Gusti Tedjo bukan raja," ungkap Timoer di Talang Paten, Selasa.

Ia kemudian mengajak kerabat dalem untuk bergabung dalam Grebeg Besar yang digelar kubu Pakubuwono XIV. 

"Loh ya bagus. Silakan. Gabunglah bersama kita. Kita kan ada rajanya," ungkapnya.

Menurut Gusti Timoer, status Tedjowulan sebagai pelaksana revitalisasi budaya tidak berkaitan dengan persoalan suksesi maupun kedudukan sebagai raja.

"Kalau masalah beliau mendapatkan SK untuk revitalisasi pelestarian budaya. Tidak menyinggung masalah suksesi. Bahkan menterinya bicara juga SK itu tidak menyentuh suksesi," jelas Gusti Timoer.

Polemik Keraton Solo Masih Bergulir

Di sisi lain, konflik internal Keraton Solo juga masih berlanjut di meja hijau.

Sidang gugatan perubahan nama KGPH Purboyo menjadi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV di Pengadilan Negeri Solo kembali ditunda pada Rabu (13/5/2026).

Kuasa hukum penggugat, Sigit N Sudibyanto, mengatakan penundaan terjadi karena kuasa hukum tergugat kembali tidak hadir tanpa keterangan.

"Tapi sekali lagi kuasa hukum tergugat juga tidak hadir lagi tanpa keterangan apa pun," ungkap Sigit.

Gugatan tersebut diajukan GKR Koes Moertiyah atau Gusti Moeng terkait penetapan perubahan nama Sri Susuhunan Pakubuwono XIV.

Baca juga: Rumah Peninggalan Prof dr.Sardjito Ditawarkan ke UGM, Begini Respons Kampus

Grebeg Besar

Dikutip dari berbagai sumber, Grebeg Besar Keraton Kasunanan Surakarta adalah salah satu upacara adat dan tradisi sakral tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat (Solo) untuk memperingati Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah).

Sumber: Tribun Solo
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved